Lumajang, jurnal9.tv – Kepemimpinan Ketua HIPMI Lumajang, Dhika, yang telah berjalan selama satu setengah tahun menunjukkan hasil positif. Sejumlah anggota HIPMI dinilai berhasil mengembangkan usaha, terutama di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan properti.
Dhika menyampaikan bahwa HIPMI memiliki peran strategis dalam menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pusat. Hal ini sejalan dengan fokus pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang menitikberatkan pada ketahanan pangan.
“HIPMI terus melakukan kolaborasi dari tingkat daerah hingga pusat untuk mempermudah akses pasar penjualan. Apalagi kami diberi kebebasan untuk mengambil berbagai peluang yang ada,” ujar Dhika.
Salah satu terobosan yang telah dilakukan HIPMI Lumajang adalah inovasi pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran ternak. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan perkebunan.
Tak hanya itu, prestasi juga diraih oleh Ketua Bidang Pertanian HIPMI Lumajang yang berhasil meraih juara tiga dalam kompetisi BSI HIPMI tingkat pusat. Atas pencapaian tersebut, yang bersangkutan kini dipercaya mengemban posisi strategis sebagai OKK.
Ke depan, Dhika berharap HIPMI Lumajang dapat terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Dinkopindag) Lumajang, Mohammad Ridha, menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang luas bagi HIPMI untuk bersinergi dalam pembangunan ekonomi.
“Kami mengajak teman-teman HIPMI untuk bergandengan tangan secara nyata. Mereka adalah pelaku usaha muda yang potensial, sehingga bisa bersama-sama meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Ridha.
Ridha juga menekankan pentingnya peran HIPMI dalam mendukung pelaku usaha kecil. Menurutnya, pengusaha besar perlu membantu pelaku usaha kecil agar tercipta ekosistem bisnis yang saling menguatkan.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pengelolaan rantai pasok yang baik. Hal ini bertujuan agar komoditas lokal tidak keluar daerah tanpa kontrol, serta memberikan kepastian bagi para petani.
“Petani berada di bawah HKTI, pelaku usaha di bawah Kadin, dan ada HIPMI. Kolaborasi ini penting agar tidak terjadi lonjakan harga. Rantai pasok harus memastikan stok di Lumajang tetap terukur dan terkendali,” pungkasnya.(Ard)




