Sidoarjo, jurnal9.tv – Di tengah tekanan efisiensi industri manufaktur di wilayah Sidoarjo yang memicu gelombang pemutusan hubungan kerja, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin, mengambil langkah berani untuk keluar dari zona rentan pengangguran. Melalui program pelatihan teknik pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) yang digagas oleh mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), para pemuda desa kini bertransformasi menjadi wirausahawan teknik yang terampil dan siap bersaing di pasar kerja. Program pemberdayaan terstruktur ini hadir untuk menjawab kesenjangan nyata antara melimpahnya potensi usia produktif desa dan minimnya kompetensi teknis yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Meskipun Desa Kalisampurno berlokasi strategis dan bertetangga langsung dengan sentra industri serta UMKM logam Tanggulangin, selama ini pemuda setempat cenderung hanya menjadi penonton karena keterbatasan akses sarana dan keterampilan pengelasan formal.

Pelatihan yang berpusat di Balai Desa Kalisampurno ini melibatkan 20 pemuda Karang Taruna pilihan yang digembleng secara intensif menggunakan metode hands-on training berbasis praktik langsung. Para peserta tidak hanya dibekali teori dasar pengelasan, tetapi juga diajarkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penguasaan teknik pengelasan berbagai posisi, serta workshop fabrikasi logam presisi. Penanaman budaya K3 menjadi perhatian utama dalam program ini untuk menjamin keselamatan kerja sekaligus meningkatkan kredibilitas calon wirausahawan muda di mata industri. Selama proses praktikum, peserta diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar seperti helm las, apron, dan sarung tangan tahan panas. Tim pelaksana menggarisbawahi bahwa kesiapan kerja pemuda tidak cukup hanya mengandalkan diploma atau gelar akademik, melainkan sangat ditentukan oleh penguasaan keterampilan teknis yang spesifik, aplikatif, dan sesuai dengan standar kebutuhan industri.

Capaian konkret dari program ini ditunjukkan melalui keberhasilan para peserta memproduksi karya nyata berupa produk fungsional Kursi Lipat Serbaguna dari bahan besi hollow yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan kualitas standar retail. Proses pembuatan kursi lipat ini melatih peserta menguasai teknik pemotongan (shaping), penyetelan (fitting), hingga penyambungan logam (joining) secara presisi. Selain menghasilkan produk fisik, program ini juga menerbitkan Modul Ajar Teknik Pengelasan SMAW sebagai panduan belajar mandiri berkelanjutan serta menyerahkan hibah satu paket peralatan las profesional lengkap yang meliputi mesin las SMAW, gerinda tangan, dan APD. Evaluasi akhir menunjukkan peningkatan kompetensi yang sangat signifikan, di mana 90 persen peserta berhasil lulus uji kinerja standar industri dan seluruh peserta terbukti mampu merakit produk fungsional secara mandiri.

Guna menjamin keberlanjutan unit usaha mandiri ini pasca pelatihan, tim pelaksana menerapkan sistem kaderisasi berbasis champion dengan menunjuk seorang staf senior sebagai penanggung jawab teknis peralatan dan koordinator produksi internal Karang Taruna. Selain itu, disediakan pula fasilitas pendampingan jarak jauh melalui kanal komunikasi digital (tele-consultation) untuk membantu menyelesaikan kendala teknis yang mungkin dihadapi peserta saat mengerjakan pesanan konsumen di masa depan. Pemerintah Desa Kalisampurno menyambut positif inisiatif ini dan berkomitmen memberikan dukungan lanjutan berupa fasilitasi legalitas usaha serta membantu perluasan jaringan pemasaran produk ke pasar yang lebih luas di Sidoarjo. Sinergi antara akademisi, mahasiswa PPG, dan masyarakat ini terbukti berhasil mengubah potensi pemuda terpendam menjadi pilar kemandirian ekonomi desa yang kokoh dan berkelanjutan.