Surabaya, jurnal9.tv – Setelah mulai berjalan di berbagai daerah, Sekolah Rakyat kini memasuki fase yang tak kalah penting, yaitu memastikan kualitas layanan pendidikannya terus berkembang. Penguatan kurikulum, kompetensi guru, sistem pengasuhan, hingga perlindungan anak menjadi fokus agar program strategis pemerintah tersebut mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi peserta didik.
Upaya itu menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan antara Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan, Jumat (31/7/2026).
Selain memperkuat rencana kerja sama, kedua pihak membahas langkah implementasi pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas guru, serta pemanfaatan hasil kajian akademik sebagai dasar penyempurnaan penyelenggaraan Sekolah Rakyat ke depan.
Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Robben Riko menegaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi harus menghasilkan perubahan yang nyata, bukan berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama tetapi sampai pada implementasi strategis yang berkelanjutan.
“Kami ingin kerja sama ini benar-benar menghasilkan dampak. Jangan hanya berhenti pada tanda tangan perjanjian, tetapi harus ada pelaksanaan yang jelas, termasuk pelatihan, pendampingan, dan evaluasi,” ujarnya.
Menurutnya, Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan berbagai pihak agar kualitas pembelajaran terus meningkat seiring perluasan akses pendidikan bagi masyarakat. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas guru, menyempurnakan kurikulum, serta menghadirkan rekomendasi berbasis riset yang dapat diterapkan di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, mengatakan Unesa sejak awal memposisikan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas. Karena itu, kampus mengerahkan berbagai sumber daya, mulai dari dosen lintas disiplin, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga tim pendidikan inklusif untuk pengembangan program tersebut.
“Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah sehingga perlu dikawal bersama. Unesa sejak awal mendukung penuh pelaksanaannya, termasuk memastikan program ini memberikan manfaat bagi masyarakat untuk mengentas kemiskinan ekstream melalui pendidikan,” tandasnya.
Selain menyiapkan dukungan sumber daya manusia, Unesa juga memaparkan hasil kajian mengenai implementasi Sekolah Rakyat yang telah dilakukan tim akademiknya. Kajian tersebut menunjukkan bahwa pengintegrasian pendidikan karakter telah berjalan dengan baik, namun masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat semakin adaptif dan berkelanjutan.
Direktur Unesa Smart Sustainability Campus (USSC), Pradini Puspitaningayu, menjelaskan hasil kajian merekomendasikan penguatan kurikulum yang lebih kontekstual, penerapan sistem multi-entry multi-exit, pengelolaan kehidupan asrama, perlindungan anak, dukungan kesehatan mental peserta didik, hingga sistem penjaminan mutu sebagai fondasi pengembangan Sekolah Rakyat pada masa mendatang.
“Sekolah Rakyat membutuhkan penguatan aspek kurikulum yang adaptif sesuai konteks sosial peserta didik. Penguatan sistem penjaminan mutu, pelatihan sumber daya manusia, dan mekanisme perlindungan anak menjadi bagian penting dalam pengembangan ke depan,” jelasnya.
Pertemuan Unesa dan Kemensos menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh perluasan akses pendidikan, tetapi juga oleh kualitas ekosistem pembelajarannya. Melalui sinergi yang dibangun, diharapkan mampu menjadikan Sekolah Rakyat sebagai program yang tidak hanya menjangkau lebih banyak peserta didik, tetapi juga menghadirkan pendidikan yang benar-benar bermutu dan berdampak. (Tok)



