Pasuruan, Jurnal9.tv – Dalam rangka memberikan perlindungan kesehatan terhadap para pekerja, BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan memberikan penghargaan kepada badan usaha yang memenuhi 3 kategori. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Kemas Rona Kurniawansyah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, saat Gathering Badan Usaha di Finna Golf, Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Ketiga kategori diantaranya perusahaan yang patuh membayar iuran secara rutin dan konsisten, banyaknya jumlah pekerja yang didaftarkan, serta badan usaha yang berkontribusi paling besar dalam pembayaran iuran.
“Kita beri apresiasi selain hadiah, ada juga sertifikat untuk menunjang kebutuhan mereka di dalam administrasi,” ujar dr. Kemas.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa tingkat keaktifan badan usaha di Cabang Pasuruan sudah cukup tinggi, lebih dari 90%. Sementara badan usaha yang menunggak, faktornya cukup beragam. Salah satunya pailit dan rata-rata kemampuan financial perusahaan itu sendiri.
Untuk perusahaan-perusahaan yang tidak patuh karena ada permasalah financial, maka akan dilakukan koordinasi dengan Wasnaker sampai dengan Kejaksaan.
“Sesuai data, sudah 99% lebih perusahaan telah mendaftarkan karyawannya. Namun ada perusahaan menengah kecil, itu memang perlu kita terus lakukan advokasi. Harapan saya ke depan, karena perusahaan ini menaungi tidak hanya pekerja artinya banyak jiwa yang di cover, maka harapan pembayaran iuran dan kepatuhan badan usaha terus dilakukan. Sehingga keterjaminan pekerja dan keluarganya terus dipastikan aktif dan menerima manfaat dari BPJS Kesehatan,” imbuhnya.
Selain badan usaha, dr. Kemas menjelaskan tentang cakupan peserta BPJS Kesehatan tahun ini di wilayah Cabang Pasuruan mencapai 99,96℅. Namun keaktifan masih diangka 85℅ karena masyarakat terutama di sektor kepesertaan mandiri masih ada yang menunggak.
BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kepesertaan mandiri yang menunggak karena kemampuan financialnya, agar bisa dialihkan ke pesertaan yang dijamin pemerintah dengan melakukan pemetaan masyarakat yang ekonominya kurang.




