Lamongan, jurnal9.tv – Universitas Islam Lamongan (Unisla) tengah tancap gas meningkatkan mutu pendidikannya. Rektor Unisla, Abdul Ghofur, menargetkan seluruh fakultas dan program studi (prodi) di kampusnya meraih akreditasi unggul.

​Langkah besar ini diambil sebagai bagian dari persiapan Unisla menuju Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) unggul pada tahun 2027 mendatang. Saat ini, nilai APT Unisla sendiri masih berada pada kategori “sangat baik”.

​”Karena target kita adalah APT unggul, maka beberapa unit kerja termasuk fakultas dan program studi harus memperoleh akreditasi unggul, baik melalui BAN-PT maupun LAM,” ujar Abdul Ghofur.

​Pihak kampus menargetkan peningkatan status menjadi unggul ini bisa klir sebelum masa berlaku akreditasi kampus berakhir pada akhir tahun 2027.

​Ghofur menjelaskan, gerilya menuju kampus unggul ini sebenarnya sudah diawali oleh Fakultas Agama Islam (FAI). Dua prodi di fakultas tersebut sudah lebih dulu mengamankan predikat unggul, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

​Tren positif ini kemudian disusul oleh sejumlah prodi lainnya, mulai dari prodi Bahasa Inggris, Ekonomi Syariah, hingga Akuntansi.
​”Alhamdulillah, Akuntansi sudah keluar nilainya unggul. Ekonomi Syariah juga sudah unggul. Jadi saat ini sudah ada lima program studi yang memperoleh predikat unggul,” tuturnya.

​Tak berhenti di situ, Unisla kini membidik prodi Teknik Elektro dan Teknik Sipil dari Fakultas Teknik untuk menyabet akreditasi unggul pada proses akreditasi berikutnya.

Sementara untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), prodi IPA dan Matematika juga sedang dipersiapkan matang-matang untuk meraih status serupa.

​Ghofur menegaskan, predikat unggul yang dikejar ini bukan sekadar urusan administratif di atas kertas. Predikat ini menjadi bukti sahih bahwa pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Unisla berjalan optimal.

​”Unggul ini menunjukkan bahwa kinerja universitas sangat baik. Tidak hanya mengajar, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berjalan. Fasilitas, dosen, hingga sarana prasarana semuanya harus memenuhi standar,” tegas Ghofur.

​Pencapaian akreditasi unggul ini, lanjut Ghofur, juga menjadi bukti eksistensi dan kualitas Unisla di tengah persaingan dunia pendidikan tinggi yang kian ketat.
​”Kalau prestasinya melampaui target yang ditentukan, tentu ada timbal balik dan dampak positif bagi institusi maupun masyarakat,” pungkasnya.