Lamongan, jurnal9.tv – Puluhan lembaga pendidikan memadati Lapangan Gajah Mada, Kota Lamongan. Mereka unjuk gigi dalam Pameran Pendidikan Lamongan 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 22-24 Mei 2026.
Ajang tahunan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan ini merupakan rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Beragam inovasi unik dipamerkan, mulai dari baterai berbahan kulit pisang hingga sepeda pembuat jus.
Acara bergengsi ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara. Saat meninjau stan, Dirham mengapresiasi tinggi kreativitas para siswa yang dinilainya luar biasa, terutama dalam menerapkan konsep zero waste (bebas sampah).
”Jadi konsepnya dari SMP 1 Lamongan ini zero waste. Sumber daya alam yang ada sebisa mungkin dimanfaatkan sampai titik terakhir. Nah ini program yang luar biasa,” ujar Dirham di sela-sela peninjauan stan.
Dirham menambahkan, gelaran ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan di Lamongan terus bergerak dinamis dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
”Alhamdulillah, antusias masyarakat luar biasa. Tidak hanya sektor pendidikan yang berbahagia, tetapi UMKM, masyarakat, guru, siswa, dan orang tua juga hadir menyukseskan acara ini. Ini membuktikan lembaga pendidikan di Lamongan kreatif, inovatif, dan mampu menampilkan produk unggulan,” tandasnya.
Salah satu inovasi yang mencuri perhatian datang dari SMP Negeri 1 Lamongan. Mereka memamerkan inovasi berupa baterai ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah kulit pisang.
Kepala SMP Negeri 1 Lamongan, Safiudin, mengungkapkan bahwa karya anak didiknya tersebut lahir dari semangat mencari solusi energi alternatif yang murah.
”Kami ingin anak-anak terus beraspirasi dan berinovasi. Melalui pemanfaatan limbah kulit pisang ini, siswa belajar bahwa peduli lingkungan bisa melahirkan solusi energi alternatif yang bermanfaat nyata,” ungkap Safiudin.
Tak kalah menarik, Korwil Bidang Pendidikan (Bidik) Kecamatan Sekaran juga unjuk gigi. Mereka memperkenalkan karya siswa SDI Ar Roudhoh berupa ‘Sepeda Jus’.
Inovasi ini memanfaatkan tenaga kinetik atau gerak dari kayuhan sepeda untuk memutar blender. Hasilnya, jus segar bisa tersaji tanpa mengandalkan listrik PLN sama sekali.
Korwil Bidik Kecamatan Sekaran, Nanang Eko Prajoko, menjelaskan inovasi Sepeda Jus ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Pemkab Lamongan, yakni ‘Rabu Mancal Pedal’. Program ini digalakkan sebagai upaya penghematan energi dan kampanye hidup sehat.
”Melalui Sepeda Jus ini, anak-anak ingin membuktikan bahwa hidup sehat dan hemat energi itu bisa dipraktikkan lewat hal yang menyenangkan. Ini juga implementasi nyata di lapangan untuk mendukung gerakan ‘Rabu Mancal Pedal’. Intinya, inovasi tanpa henti untuk kemajuan pendidikan,” pungkas Nanang.




