Sidoarjo, jurnal9.tv – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dipastikan berjalan aman dan kondusif. Guna mengantisipasi potensi gesekan antar pendukung Calon Kepala Desa (Cakades), Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menerapkan strategi baru dengan menyebar lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) berdasarkan lingkungan tempat tinggal bukan memusatkan di satu lokasi desa.
Untuk memastikan pesta demokrasi tingkat desa ini berjalan lancar, Bupati Sidoarjo Subandi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kapolresta dan Dandim Sidoarjo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah TPS pada Ahad (24/5/2026). Salah satu titik yang ditinjau adalah TPS 01 dan TPS 02 di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya di mana seluruh warga mencoblos di satu tempat (biasanya di balai desa), Pilkades serentak kali ini sengaja disebar ke tiap-tiap wilayah lingkungan RT/RW tempat tinggal warga.
Langkah taktis yang diambil Pemkab Sidoarjo ini terbukti efektif dalam meredam tensi politik lokal. Selain memecah kerumunan massa, sistem ini juga berhasil meminimalkan potensi gesekan langsung antar-pendukung cakades di lapangan.
Bupati Sidoarjo, Subandi, berharap agar suasana kondusif dan damai ini dapat terus terjaga hingga seluruh tahapan penghitungan suara selesai dilakukan.
”Kami berharap kondusivitas ini tetap terjaga sampai penghitungan selesai. Siapapun yang terpilih nantinya, harus didukung penuh oleh seluruh warga demi kemajuan desa masing-masing,” ujar Subandi di sela-sela peninjauan TPS.
Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, gelaran Pilkades serentak tahun ini diikuti oleh total 230 calon kepala desa.
Para kandidat tersebut akan memperebutkan kursi kepemimpinan di 80 desa yang tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo. Berkat pengamanan ketat dari personel gabungan TNI, Polri, dan Linmas, proses pemungutan suara di seluruh wilayah terpantau aman dan tertib.(RK)


