Madinah, jurnal9.tv – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai melakukan penimbangan koper besar jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang saat ini berada di Madinah. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan pemulangan jemaah ke Tanah Air yang dijadwalkan mulai berlangsung pada 16 Juni 2026.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Khalilurrahman, mengatakan penimbangan koper dilakukan sejak Minggu (14/6) dan diawali pada kloter KJT 21 serta LOP 10. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh barang bawaan jemaah memenuhi ketentuan maskapai penerbangan dan dapat diangkut dengan aman.
“Penimbangan ini dilakukan untuk mempersiapkan koper besar jemaah yang akan diangkut ke maskapai penerbangan. Dua hari sebelum pemulangan, koper harus sudah disiapkan terlebih dahulu,” ujar Khalilurrahman saat memantau proses penimbangan di Madinah.
Dalam ketentuan yang berlaku, setiap koper bagasi jemaah memiliki batas maksimal berat 32 kilogram. Apabila ditemukan kelebihan muatan, jemaah diminta mengurangi isi koper agar sesuai dengan regulasi penerbangan.
Menurut Khalilurrahman, proses ini sangat penting karena penerbangan perdana jemaah gelombang kedua dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah menuju Indonesia akan dimulai pada dini hari 16 Juni 2026.
Selain memastikan berat bagasi sesuai aturan, penimbangan juga berfungsi sebagai tahap pemeriksaan awal untuk mendeteksi barang-barang yang dilarang masuk ke dalam bagasi pesawat. Upaya ini dilakukan demi menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan yang akan ditempuh jemaah selama sekitar 10 jam perjalanan menuju Indonesia.
“Jika ada pelanggaran terhadap ketentuan penerbangan, tentu dapat berdampak pada keselamatan seluruh penumpang. Karena itu proses penimbangan dan pemeriksaan dilakukan secara ketat,” jelasnya.
Untuk menjamin transparansi, setiap pembongkaran koper yang terindikasi bermasalah wajib disaksikan oleh petugas kloter, petugas sektor, serta personel Perlindungan Jemaah (Linjam). Kehadiran mereka bertujuan menghindari kesalahpahaman sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.
Khalilurrahman juga kembali mengingatkan jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi. Meski sosialisasi telah dilakukan sejak masa manasik di Indonesia, pelanggaran serupa masih kerap ditemukan, terutama di kalangan jemaah lanjut usia.
PPIH berharap seluruh jemaah mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan sehingga proses pemulangan gelombang kedua dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman hingga tiba di daerah masing-masing.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




