Jeddah, jurnal9.tv – Amirul Hajj sekaligus Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, meminta seluruh petugas haji Indonesia mempertahankan pelayanan prima kepada jemaah saat memasuki fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Menurut Gus Irfan, fase Armuzna menjadi titik paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji sekaligus indikator utama keberhasilan operasional haji Indonesia tahun 2026.
“Puncak dari haji adalah Armuzna, jika Armuzna berjalan sesuai harapan artinya kesuksesan sudah 80 persen,” ujar Gus Irfan usai tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026).
Ia menilai hingga hari ke-29 operasional haji, para petugas telah menunjukkan kinerja yang baik dalam memberikan pelayanan kepada jemaah di berbagai daerah kerja.
Menurutnya, petugas haji terus berjibaku di lapangan memastikan seluruh kebutuhan jemaah terpenuhi sejak kedatangan hingga menjelang puncak ibadah.
“Saya apresiasi petugas haji, tone-nya sangat positif,” katanya.
Gus Irfan menambahkan, persiapan Armuzna terus dimatangkan melalui rapat koordinasi yang digelar setiap malam. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina dengan lancar dan aman.
Sementara itu, Kepala Satuan Operasi (Kasatops) Armuzna, Surnadi, mengatakan tim telah beberapa kali melakukan peninjauan lapangan di titik-titik utama Armuzna.
Menurutnya, pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan tenda dan fasilitas pendukung bagi jemaah di Arafah.
“Di Arafah misalnya, kita sudah memastikan tenda-tenda dan fasilitas di dalamnya untuk memastikan jemaah haji bisa beribadah dengan nyaman,” ujarnya usai sosialisasi Armuzna kepada petugas Daker Bandara.
Surnadi menegaskan petugas harus memastikan seluruh jemaah mendapatkan tempat di tenda saat pelaksanaan wukuf. Untuk mempermudah pengaturan, setiap tenda akan dilengkapi data kapasitas dan pembagian kloter.
“Jangan sampai ada jemaah yang tidak kebagian tenda,” katanya.
Selain itu, petugas juga diminta bersiap menghadapi pergerakan ratusan ribu jemaah Indonesia menuju Arafah yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Dzulhijjah atau sehari sebelum wukuf.
Menurutnya, pengaturan arus kedatangan jemaah menjadi salah satu tantangan terbesar pada fase Armuzna.
“Petugas harus bisa memanage gelombang masuknya jemaah,” ujarnya.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




