Jeddah, jurnal9.tv – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan persiapan operasional puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terus dimatangkan menjelang fase krusial penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M.
Hal itu disampaikan Gus Irfan usai meninjau kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Jeddah bersama rombongan Amirul Hajj Indonesia, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, hingga saat ini sekitar 94 persen jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci dan sisanya masih dalam proses kedatangan.
“Alhamdulillah tadi kami mendapatkan paparan bahwa sudah 93 persen jemaah hadir di Tanah Suci. Mudah-mudahan sisanya segera menyusul,” kata Mochamad Irfan Yusuf di Jeddah.
Dalam peninjauan tersebut, Gus Irfan didampingi sejumlah pejabat dan tokoh nasional, di antaranya Abdul Muhaimin Iskandar, Romo Syafi’i, Muhadjir Effendy, serta Mohamad Jusuf Hamka.
Ia menjelaskan, salah satu tugas utama Amirul Hajj adalah memastikan seluruh proses ibadah jemaah berjalan lancar, aman, nyaman hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat dan memperoleh predikat haji mabrur.
Selain memastikan kesiapan operasional, Gus Irfan juga menyampaikan kabar positif terkait kondisi kesehatan jemaah Indonesia di Arab Saudi. Berdasarkan laporan yang diterimanya, angka jemaah wafat pada musim haji tahun ini lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah laporan tadi jumlah yang meninggal jauh lebih kecil dibanding tahun lalu. Semoga ini perkembangan yang baik,” ujarnya.
Menjelang puncak haji, pemerintah disebut terus melakukan evaluasi harian untuk memfinalisasi seluruh skema pelaksanaan Armuzna. Beberapa aspek yang menjadi fokus pembahasan meliputi pergerakan jemaah, transportasi hingga distribusi konsumsi selama fase puncak ibadah.
“Setiap malam kami meeting membahas kendala-kendala yang kemungkinan muncul. Besok akan difinalkan terkait proses Armuzna, termasuk pergerakan, transportasi, dan makanan selama Armuzna,” katanya.
Gus Irfan menegaskan keberhasilan pelaksanaan Armuzna menjadi indikator utama suksesnya penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini.
“Puncak haji itu Armuzna. Kalau Armuzna berjalan sesuai harapan, artinya 80 persen penyelenggaraan haji sudah sukses,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, ia mengimbau jemaah haji Indonesia agar menjaga kondisi kesehatan menjelang wukuf di Arafah dan tidak memaksakan aktivitas ibadah yang berlebihan.
Jemaah diminta mengukur kemampuan fisik masing-masing, termasuk mengurangi aktivitas umrah sunnah agar stamina tetap terjaga saat memasuki fase puncak ibadah haji di Armuzna.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




