Jeddah, jurnal9.tv – Pelayanan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M kembali mendapat apresiasi dari jemaah, khususnya kalangan lanjut usia (lansia). Salah satunya datang dari Satinah Salam Kawi (84), jemaah asal Kloter SOC 38 yang berangkat ke Tanah Suci tanpa pendamping.

Mbah Satinah mengaku bersyukur karena selama menjalankan ibadah haji mendapatkan pelayanan yang baik dan ramah terhadap jemaah lansia maupun penyandang disabilitas. Menurutnya, petugas selalu hadir memberikan bantuan sejak kedatangannya di Madinah hingga proses kepulangan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

“Suami sedo tahun 2012, kulo daftar piyambakan tahun 2014, alhamdulillah pelayanan sae,” ujar Mbah Satinah kepada Media Center Haji (MCH), Minggu (14/6/2026).

Haji tahun ini menjadi pengalaman pertama bagi Mbah Satinah menginjakkan kaki di Tanah Suci sekaligus menunaikan rukun Islam kelima. Di tengah keterbatasan usia, ia bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.

Saat wukuf di Arafah, perempuan asal Jawa Tengah tersebut mengaku memanjatkan doa untuk seluruh keluarganya, termasuk mendiang suami yang telah wafat pada 2012.

Menjelang kepulangan ke Indonesia, Mbah Satinah kembali merasakan perhatian petugas saat dibantu menggunakan kursi roda menuju ruang tunggu keberangkatan di Bandara King Abdulaziz.

Awalnya, ia sempat mengira layanan kursi roda tersebut berbayar. Namun setelah mendapat penjelasan bahwa fasilitas tersebut disediakan secara gratis, Mbah Satinah pun merasa lega dan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada petugas.

Ia bahkan mendoakan para petugas haji agar selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas melayani jemaah.

Apresiasi serupa juga disampaikan jemaah lain yang tergabung dalam kloter yang sama. Menurutnya, penyelenggaraan haji tahun 2026 terasa lebih nyaman karena keberadaan petugas yang mudah ditemui di berbagai titik layanan.

“Enak haji yang sekarang banyak petugasnya, di mana-mana selalu ada petugas. Bahkan ada petugas khusus lansia dan disabilitas,” ujarnya.

Keberadaan petugas khusus lansia dan disabilitas menjadi salah satu bentuk komitmen Kementerian Haji dan Umrah dalam memberikan pelayanan yang inklusif, sehingga jemaah dengan kebutuhan khusus dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

M. Hariri, Media Center Haji 2026