Makkah, jurnal9.tv – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah selesai dilaksanakan oleh jemaah haji Indonesia.

Menurut Dahnil, seluruh jemaah yang memilih skema nafar awal maupun nafar sani telah menuntaskan lempar jumrah dan meninggalkan kawasan Mina untuk kembali ke hotel masing-masing di Makkah.

“Keberangkatan terakhir adalah jemaah yang melaksanakan nafar sani. Dengan selesainya nafar sani pada 13 Dzulhijjah, seluruh jemaah haji Indonesia telah menuntaskan prosesi lempar jumrah,” kata dia saat meninjau Mina pada Sabtu (30/5/2026)

Ia menjelaskan, seluruh tenda jemaah di Mina kini telah kosong karena seluruh peserta haji sudah kembali ke penginapan. Kondisi tersebut menandai berakhirnya fase Armuzna yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji.

Dahnil menilai penyelenggaraan Armuzna tahun ini berjalan dengan baik dan menghadirkan sejumlah kemajuan signifikan dalam tata kelola layanan haji. Meski demikian, Kementerian Haji dan Umrah tetap mencatat berbagai masukan yang akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan haji pada masa mendatang.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain pelayanan di tenda Mina dan Arafah, serta pengelolaan mabit di Muzdalifah, termasuk pelaksanaan murur bagi jemaah.

“Kami menerima seluruh catatan dan masukan dari berbagai pihak sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji ke depan,” katanya.

Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, Dahnil juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna.

Ia menegaskan bahwa seluruh petugas haji telah bekerja maksimal dalam melayani jemaah. Namun, jika masih ditemukan kekurangan dalam pelayanan, maka tanggung jawab tersebut berada pada pimpinan Kementerian Haji dan Umrah.

“Para petugas sudah menjalankan tugas dengan sangat baik dan maksimal. Jika masih ada kekurangan dalam pelayanan selama Armuzna, maka itu menjadi tanggung jawab kami sebagai pimpinan,” tegasnya.

Setelah fase Armuzna berakhir, fokus penyelenggaraan haji kini beralih pada proses pemulangan jemaah ke Tanah Air dan pergerakan jemaah gelombang kedua menuju Madinah.

Untuk itu, Dahnil meminta seluruh petugas haji tetap menjaga semangat pelayanan dengan mengedepankan respons cepat, dedikasi tinggi, serta sikap simpatik dan empatik terhadap jemaah.

“Kami meminta seluruh petugas tetap memberikan pelayanan terbaik, responsif terhadap kebutuhan jemaah, serta menjaga sikap ramah dan penuh empati hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai,” pungkasnya.

M. Hariri, Media Center Haji 2026