Surabaya, jurnal9.tv – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Surabaya berkolaborasi dengan Generasi Z Islami dan Dewan Masjid Indonesia menggelar Pelatihan Dasar Kepemimpinan Remaja Islam di Surabaya. Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur sebagai upaya penguatan kapasitas generasi muda muslim dalam menghadapi tantangan dakwah dan kepemimpinan di era digital.

Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah materi strategis yang berfokus pada penguatan organisasi, kepemimpinan pemuda, hingga produksi konten dakwah kreatif. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengembangan generasi muda yang aktif berorganisasi dan mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

Ketua BEM UNESA 2026, Birbik Arya Fairuzzamani, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, organisasi kepemudaan Islam, dan lembaga keagamaan dalam membentuk kader pemimpin masa depan yang berintegritas serta memiliki kepedulian sosial.

Sementara itu, Ketua Umum GenZI mengajak peserta untuk terus mengembangkan potensi diri, memperkuat nilai-nilai keislaman, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sebagai media dakwah.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Pengurus Wilayah DMI Jawa Timur, Dr. KH. Sudjak, M.Ag. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda dan pengembangan kepemimpinan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi momentum meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat kontribusi bagi umat dan bangsa,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan empat materi utama dari para narasumber. Materi pertama bertajuk “Penguatan Organisasi Dakwah” disampaikan Koordinator Gusdurian Jawa Timur, Imam Maliki. Ia menekankan pentingnya organisasi dakwah yang inklusif, kolaboratif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Materi kedua mengenai “Tantangan Dakwah Kontemporer” dibawakan oleh Dr. Mufarrihul Hazin, S.Pd.I., M.Pd. dari UNESA. Ia menjelaskan tantangan dakwah di era modern, mulai dari arus informasi yang cepat hingga perubahan karakter generasi muda yang membutuhkan pendekatan lebih relevan dan adaptif.

Selanjutnya, Ketua Umum PMMBN RI, Derida Achmad Bil Haq, S.Psi., M.Psi., menyampaikan materi “Kepemimpinan Pemuda Islam”. Dalam sesi tersebut, ia menyoroti pentingnya karakter, visi, dan kemampuan komunikasi dalam membangun kepemimpinan pemuda yang progresif.

Sementara itu, materi “Strategi dan Produksi Konten Dakwah” disampaikan konten kreator dakwah Altruis Bizurai Chillyness, S.I.Kom. Ia membagikan strategi pembuatan konten edukatif dan menarik agar pesan dakwah dapat menjangkau generasi muda melalui media sosial.

Melalui pelatihan tersebut, BEM UNESA, GenZI, dan DMI Jawa Timur berharap dapat melahirkan kader muda muslim yang memiliki kemampuan kepemimpinan, organisasi, serta keterampilan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.