Bangkalan, jurnal9.tv – Gelaran Pekan Raya Bangkalan (PRB) 2026 resmi dibuka dan disambut antusias ribuan warga. Ajang pameran tahunan yang dipusatkan di Alun-alun Kota Bangkalan ini menjadi panggung besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk unjuk gigi.
Ratusan stand dari berbagai sektor meramaikan PRB 2026, mulai dari kuliner khas Madura, batik tulis Bangkalan, kerajinan tangan, hingga produk industri kreatif dan layanan industri.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bangkalan, Supai M Noer, mengatakan Pekan Raya Bangkalan bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan strategi ekonomi kerakyatan.
”Pekan Raya Bangkalan ini tujuannya adalah untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan. Kita berikan panggung seluas-luasnya bagi UMKM Bangkalan agar produk mereka dikenal, bukan hanya di Bangkalan, tapi di seluruh Madura dan Jawa Timur,” ujar Supai M Noer di sela-sela acara, Sabtu (25/10/2026).
Supai menegaskan, Pekan Raya Bangkalan bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Bangkalan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
”Pekan Raya Bangkalan bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Bangkalan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas peluang usaha, serta memperkenalkan potensi dan produk unggulan Kabupaten Bangkalan kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Supai.
Menurut Supai, banyak produk unggulan Bangkalan yang memiliki kualitas ekspor namun terkendala dari sisi pemasaran dan akses permodalan. Karena itu, KADIN Bangkalan hadir untuk melakukan kurasi produk, pendampingan, pelatihan digital marketing, hingga menghubungkan UMKM dengan investor dan perbankan.
”KADIN hadir untuk mengkurasi, mendampingi, dan menghubungkan UMKM dengan investor agar bisa naik kelas dan go nasional. Kita ingin UMKM Bangkalan tidak hanya jadi penonton di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Menurutnya, momentum hari jadi Kabupaten Bangkalan hendaknya menjadi pengingat bahwa membangun Bangkalan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
”Diperlukan kolaborasi, semangat gotong royong, dan keberanian untuk terus berinovasi agar potensi daerah dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Supai juga menyoroti peran vital Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi daerah. Ia menyebut, di balik setiap produk yang dipamerkan, terdapat kreativitas, kerja keras, ketekunan, dan harapan masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
”Kita menyadari bahwa UMKM merupakan bagian penting dari penggerak ekonomi daerah. Di balik setiap produk yang dipamerkan, terdapat kreativitas, kerja keras, ketekunan, dan harapan masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjut Supai, UMKM tidak cukup hanya diberikan ruang untuk berjualan. Para pelaku UMKM perlu didorong agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas merek, memanfaatkan pemasaran digital, memperluas jaringan kemitraan, serta meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha.
”Kita juga perlu mendorong mereka agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas merek, memanfaatkan pemasaran digital, memperluas jaringan kemitraan, serta meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha,” jelasnya.
KADIN Bangkalan berharap Pekan Raya Bangkalan dapat menjadi pintu pembuka bagi para pelaku UMKM untuk memperoleh pasar yang lebih luas, bertemu dengan calon mitra usaha, membangun jejaring bisnis, dan meningkatkan daya saing produk lokal.
”KADIN Kabupaten Bangkalan berkomitmen untuk terus mendorong sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, sehingga pelaku UMKM tidak berjalan sendiri, tetapi memperoleh dukungan, pendampingan, dan kesempatan untuk berkembang secara berkelanjutan,” kata Supai.
Ia pun berharap semangat UMKM Naik Kelas tidak berhenti setelah Pekan Raya Bangkalan berakhir, melainkan menjadi gerakan bersama yang terus tumbuh dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian Kabupaten Bangkalan.
”Kami berharap semangat UMKM Naik Kelas tidak berhenti setelah Pekan Raya Bangkalan berakhir, melainkan menjadi gerakan bersama yang terus tumbuh dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian Kabupaten Bangkalan,” pungkasnya.
Selain pameran UMKM, Pekan Raya Bangkalan 2026 juga dimeriahkan dengan festival kuliner, pentas seni budaya Madura, konser musik, dan wahana hiburan keluarga. Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap event ini dapat menjadi agenda tahunan untuk mempromosikan potensi investasi dan pariwisata di Bumi Dharmasejahtera.


