Surabaya, jurnal9.tv – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Jember kembali menjalin kerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi kader. Kali ini, keduanya menyelenggarakan Pelatihan Servis Motor Injeksi yang diikuti anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan santri pesantren.

Pelatihan tersebut resmi dibuka pada Rabu, 21 Oktober 2026, bertempat di Pesantren Skill, Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Pelatihan ini akan berlangsung selama 35 hari ke depan.

Ketua PC GP Ansor Jember, Izzul Ashlah, mengapresiasi keberlanjutan kerja sama dengan UPT BLK yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kemandirian ekonomi kader.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan UPT BLK yang dapat berkelanjutan. Ini pelatihan kedua setelah sebelumnya menyelenggarakan Pelatihan Office Advance. Sekarang, kami bersama UPT BLK menyelenggarakan Pelatihan Servis Motor Injeksi,” ujar Izzul.

Menurutnya, pelatihan vokasi ini diharapkan menghasilkan manfaat nyata bagi peserta, terutama dalam meningkatkan keterampilan untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

“Harapannya, pelatihan ini menghasilkan output yang dapat bermanfaat langsung dalam upgrading skill untuk mendapatkan pekerjaan layak atau bisa juga menciptakan lapangan pekerjaan dengan membuka bisnis servis sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PC GP Ansor Jember, Muhammad Ilyas, menjelaskan bahwa pelatihan kali ini secara khusus melibatkan Banser dan santri pondok pesantren. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat kapasitas sumber daya insani di lingkungan Ansor dan pesantren.

“Pelatihan kali ini diikuti oleh Banser dan santri pondok pesantren. Ini bagian dari komitmen GP Ansor Jember untuk meningkatkan keterampilan sumber daya insani di lingkungan GP Ansor dan pesantren,” jelas Ilyas.

Ia menambahkan, penyelenggaraan pelatihan bertepatan dengan momentum Hari Santri menjadi upaya konkret untuk memperluas akses santri terhadap pendidikan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Momentum Hari Santri kami gunakan untuk menyelenggarakan pelatihan ini, yang ditempatkan di Pesantren Skill Sukorambi Jember selama 35 hari ke depan,” lanjutnya.

Dari pihak UPT BLK, disampaikan bahwa peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi nilai tambah bagi peserta dalam menghadapi persaingan di dunia kerja karena kompetensi yang dimiliki dapat dibuktikan melalui pengakuan profesional.

Melalui pelatihan ini, GP Ansor Jember berupaya mendorong pemberdayaan kader dan santri agar tidak hanya memiliki bekal keagamaan dan organisasi, tetapi juga keterampilan teknis yang produktif. Dengan demikian, pelatihan diharapkan menjadi salah satu jalan untuk memperluas kesempatan kerja, membangun kemandirian ekonomi, serta mendorong lahirnya wirausaha baru di bidang jasa servis sepeda motor.