Makkah, jurnal9.tv — Masjidil Haram mulai dipadati jemaah haji dari berbagai negara menjelang puncak ibadah haji 2026. Sejak Kamis (23/4/2026) waktu Arab Saudi, ribuan jemaah terlihat memenuhi area sekitar Ka’bah untuk melaksanakan rangkaian ibadah.
Pantauan di lokasi menunjukkan jemaah yang hadir berasal dari sejumlah negara seperti Bangladesh, India, Lebanon, serta berbagai negara di kawasan Arab. Mereka menjalankan ibadah umrah yang meliputi ihram, thawaf, sa’i, hingga tahallul.
Tidak hanya jemaah dewasa dan lansia, sejumlah keluarga dari negara Arab juga terlihat membawa anak-anak untuk mengikuti rangkaian ibadah. Bahkan, beberapa di antaranya mengajak anak mereka mendekati Hajar Aswad sebagai bagian dari pengalaman spiritual.
Setelah menyelesaikan ibadah umrah, sebagian jemaah memanfaatkan waktu untuk beristirahat sambil menikmati suasana Masjidil Haram. Ada pula yang mengabadikan momen di depan Ka’bah.
Sementara itu, jemaah haji asal Indonesia belum tampak di kawasan Makkah. Saat ini, mayoritas jemaah Indonesia masih berada di Madinah untuk menjalani rangkaian ibadah, termasuk salat Arbain selama sembilan hari sebelum diberangkatkan ke Makkah.
Di lokasi yang sama, hanya petugas haji dari Indonesia yang telah berada di Makkah untuk mempersiapkan layanan bagi kedatangan jemaah dalam waktu dekat.
Otoritas Arab Saudi juga memperketat akses masuk ke Kota Makkah. Setiap jemaah diwajibkan menunjukkan dokumen resmi seperti visa dan kartu Nusuk. Sementara itu, warga lokal atau mukimin harus memiliki tasreh atau izin khusus untuk dapat memasuki kawasan Masjidil Haram.
Petugas keamanan tampak aktif melakukan pemeriksaan di sejumlah titik akses guna memastikan hanya jemaah yang memiliki izin resmi yang dapat memasuki area suci tersebut.
Dengan semakin meningkatnya jumlah jemaah dari berbagai negara, suasana di Masjidil Haram diperkirakan akan terus padat dalam beberapa pekan ke depan menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.




