Jeddah, jurnal9.tv – Penyelenggaraan operasional kedatangan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi memasuki tahap akhir. Hingga Jumat (16/5/2026), sebanyak 168.009 jemaah yang tergabung dalam 435 kelompok terbang (kloter) telah tiba di Tanah Suci melalui Bandara Madinah dan Jeddah.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, mengatakan capaian tersebut setara dengan sekitar 83 persen dari total jemaah haji Indonesia tahun ini.
“Total jemaah yang sudah tiba sampai siang ini mencapai 435 kloter atau sekitar 83 persen dari keseluruhan jemaah haji Indonesia,” ujar Abdul Basir di Jeddah.
Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut sebanyak 36.627 orang merupakan jemaah lanjut usia (lansia). Tingginya angka jemaah lansia membuat PPIH memberikan perhatian khusus dalam proses pelayanan sejak kedatangan di bandara hingga pemberangkatan menuju hotel di Makkah.
Pada hari yang sama, sebanyak 16 kloter dengan total 6.236 jemaah dijadwalkan kembali tiba di Arab Saudi.
Menurut Basir, operasional kedatangan jemaah direncanakan berakhir pada 22 Mei 2026 pukul 08.00 waktu Arab Saudi. Setelah itu, para petugas Daker Bandara akan dialihkan untuk memperkuat layanan pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Sebelum operasional kedatangan selesai, kami sudah mulai melakukan konsolidasi untuk penugasan Armuzna. Petugas bandara nantinya akan bertugas sebagai Satgas Arafah,” katanya.
Petugas Daker Bandara dijadwalkan bergerak menuju Makkah pada 23 Mei sebelum ditempatkan di kawasan Arafah guna menyambut kedatangan jemaah mulai 25 Mei mendatang.
Di tengah padatnya operasional kedatangan, PPIH juga mencatat peningkatan jumlah jemaah pengguna kursi roda dalam satu kloter. Kondisi itu terjadi pada Kloter 10 Embarkasi Aceh (BTJ 10) yang membawa 37 jemaah pengguna kursi roda.
Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi selama proses kedatangan jemaah haji Indonesia tahun ini.
“Pelayanan memang membutuhkan waktu lebih panjang, tetapi seluruh petugas tetap siaga untuk memberikan layanan terbaik, khususnya kepada jemaah lansia,” ujar Basir.
Meski menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti jemaah sakit maupun paspor tertinggal di pesawat, Basir memastikan seluruh persoalan dapat ditangani dengan cepat oleh petugas.
“Ada jemaah yang sakit dan langsung dirujuk ke rumah sakit. Ada juga paspor yang tertinggal atau terbawa jemaah lain, tetapi semuanya bisa segera diselesaikan oleh petugas,” katanya.
Menjelang fase puncak haji, PPIH juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi kesehatan karena suhu udara di Arab Saudi terus meningkat.
Jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, cukup istirahat, dan membatasi aktivitas di luar hotel apabila tidak ada keperluan mendesak.
“Cuaca semakin panas. Karena itu jemaah harus menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas berat di luar hotel,” ujar Basir.
Ia juga mengimbau jemaah untuk sementara memperbanyak ibadah di hotel demi menjaga stamina menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna.
“Untuk sementara ibadah sunnah bisa dilakukan di hotel, kecuali ibadah wajib yang memang harus dilakukan di Masjidil Haram,” pungkasnya.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




