Lamongan, Jurnal9.tv – Seekor ikan pari berukuran besar ditemukan nelayan tersangkut jaring perahu di perairan laut utara Lamongan. Namun, saat tersangkut  kondisi ikan ini sudah dalam keadaan mati.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Staf Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Muhammad Dikyah Fadillah menyampaikan bahwa ikan pari yang tersangkut jaring nelayan itu termasuk ikan pari manta yang dilindungi.

Dikyah menjelaskan bahwa ikan pari manta ini dilindungi berdasarkan Kepmen Kelautan dan Perikanan Nomor 4/2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Pari Manta.

Ada dua jenis pari manta, yakni manta karang (Manta alfredi) dan pari manta oseanik (Manta birostris). Keduanya ditetapkan berdasarkan pada kriteria jenis ikan yang dilindungi seperti diatur dalam PP No. 60/2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan.

“Populasinya rawan terancam punah, masuk dalam kategori biota langka, dan daerah penyebarannya pun terbatas (endemik), serta tingkat kemampuan reproduksinya juga rendah,” terangnya.

Menanggapi fenomena pari manta yang mati hingga tersangkut jaring nelayan ini, Dikyah menyatakan jika pihaknya belum bisa mengetahui secara pasti penyebab matinya ikan pari manta ini.

Secara terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia (HNTI) Lamongan, Muchlisin Amar mengatakan, setelah dievakuasi sejumlah nelayan, ikan pari tersebut saat ini telah dibawa ke bibir pantai Desa/Kecamatan Paciran.

“Ikan pari ini tersangkut jaring nelayan pada malam hari, sekitar 17 mil dari pantai Paciran. Lalu oleh nelayan dibawa ke sini sekira pukul 07.00 WIB tadi. Kondisinya sudah mati,” ujar Muchlisin kepada wartawan, Sabtu (23/7/2022).

Muchlisin menambahkan bahwa ikan pari dengan ukuran yang sangat besar seperti ini jarang ditemukan di perairan Lamongan. “Yang saya tahu tadi ikan pari besar ini sampai diangkut oleh 15 orang, ukurannya sekitar 5 meter,” imbuhnya.

Lebih lanjut Muchlisin mengungkapkan, ikan pari tersebut telah diangkut oleh nelayan setempat ke TPI (tempat pelelangan ikan) yang ada di Brondong.

“Ikan pari itu sudah dibawa ke TPI Brondong, diangkut menggunakan pikep oleh nelayan,” tandasnya.