Sidoarjo, Jurnal9.tv – Kantor Staf Presiden (KSP) RI melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kabupaten Sidoarjo, salah satunya di SPPG desa Sumorame Candi.Jumat (12/6/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung operasional Koperasi Merah Putih dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawalan langsung terhadap program-program prioritas Presiden di lapangan, guna memastikan implementasinya berjalan dengan optimal dan tepat sasaran.
Dalam kunjungan ini, sejumlah pejabat penting turut hadir, di antaranya Bupati Sidoarjo H.Subandi,S.H,M.Kn, Sekda pemkab Sidoarjo,Dr. Fenny Apridawati, S.KM., M.Kes Dandim 0816 Sidoarjo,Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, Camat Candi,Pemdes Sumorame, Letjen (Purn) Arif Rahman (Staf Khusus KSP RI), Mayjen (Purn) Dedi Solihin (Staf Khusus KSP RI), dan Mayjen (Purn) Syaiful Rachiman (Staf Khusus KSP RI).
Dalam kunjungannya, Staf Khusus Presiden (KSP),Letjen (Purn) Arif Rahman mencatat sejumlah aspek fasilitas yang perlu segera ditingkatkan demi menunjang kualitas pelayanan. Beberapa hal yang menjadi sorotan antara lain perbaikan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta penambahan exhaust fan di area produksi.
Selain itu, Arif Rahman juga mengonfirmasi adanya kerusakan pada lantai epoxy di lokasi yang akan segera masuk dalam daftar perbaikan.
”Dari SPPG ini, dengan jajaran pejabat yang baru, akan menata kembali tempat ini agar menjadi lebih baik lagi. Saya sampaikan kepada pemimpinnya untuk terus dikembangkan dan diperbaiki, sehingga dari segi kualitas makanan dan kesehatan di SPPG ini bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Pihak KSP menegaskan bahwa segala saran dan rekomendasi yang telah diberikan oleh Bupati maupun Sekretaris Daerah (Sekda) setempat mengenai perbaikan fasilitas harus segera dilaksanakan. Salah satu prioritas utama adalah pembenahan sistem IPAL yang saat ini dinilai masih menggunakan sistem portabel.
Mitra pengelola SPPG Sumorame, Candi Sutrisno, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencatat semua poin evaluasi yang diberikan dan berkomitmen untuk melakukan pembenahan dalam waktu dekat.
”Catatan-catatan tersebut sudah kami rangkum semua. Memang ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, salah satunya adalah perbaikan lantai epoxy. Mengingat operasional dapur ini sudah berjalan cukup intens sejak September 2025 lalu, faktor aus karena pemakaian menjadi hal yang wajar. Kami akan segera memperbaikinya,” ujar Sutrisno.
Selain persoalan lantai, Sutrisno menambahkan bahwa pihak manajemen juga akan menambah fasilitas sirkulasi udara (exhaust fan) untuk memastikan kondisi dapur tidak pengap dan tetap nyaman bagi para pekerja.
Tidak kalah penting, sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga menjadi sorotan utama dalam evaluasi tersebut. Meski saat ini Dapur Candi sudah memiliki sistem pembuangan limbah, pihak KSP dan Bupati Sidoarjo meminta agar sistem tersebut diperbarui agar lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan standar yang berlaku.
”Untuk IPAL sebenarnya sudah ada, tetapi ada petunjuk dari KSP dan Bupati untuk memperbarui sistemnya agar lebih maksimal. Kami sudah mulai bergerak dan pengerjaannya sudah berjalan. Insyaallah, paling cepat dalam waktu satu bulan seluruh perbaikan ini bisa kami selesaikan,” tambahnya.
Saat ini, Dapur MBG Candi Sidoarjo memikul tanggung jawab besar dengan menyuplai makanan bergizi untuk ribuan masyarakat.
”Penerima manfaat yang kami layani saat ini mencapai sekitar 2.900 orang. Jumlah tersebut sudah mencakup para penerima manfaat yang masuk dalam golongan P3,” pungkas Sutrisno.
Dengan adanya peningkatan fasilitas ini, diharapkan proses produksi makanan bergizi gratis dapat berjalan lebih higienis, aman, dan efisien demi mendukung program kesehatan serta pemenuhan gizi masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.(RK).


