Lamongan, Jurnal9.tv – Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung hari. Namun, aktivitas perdagangan hewan kurban di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, justru lesu. Para pedagang mengeluhkan merosotnya omzet penjualan secara drastis.
Lemahnya daya beli masyarakat diduga kuat akibat dampak gagal panen yang melanda petani setempat. Selain itu, pergeseran tren masyarakat yang kini lebih memilih berkurban sapi secara patungan turut memperparah sepinya penjualan kambing.
Pantauan di lokasi, suasana sepi ini salah satunya terlihat di kandang peternakan kambing yang dikelola Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Tambakploso, Kecamatan Turi, Lamongan, Jawa Timur.
Di kandang ini, sedikitnya ada 120 ekor kambing siap jual yang sudah memenuhi syarat kurban. Namun, mendekati Hari Raya Kurban tahun ini, transaksi jual beli justru sepi peminat.
”Kalau tahun lalu, sepekan sebelum lebaran (Idul Adha) seluruh stok hewan kurban sudah terjual habis. Tapi sekarang, baru sekitar 60 persen kambing yang laku dari kandang,” kata pengurus KDKMP sekaligus peternak kambing, Sulistiono, Sabtu (23/5/2026).
Sulistiono mengakui daya beli masyarakat merosot tajam. Tak hanya sepi pembeli, harga jual kambing pun terpaksa dipangkas hingga Rp 500 ribu per ekor agar tidak merugi bandar.
”Jika pada tahun lalu kambing dengan ukuran besar bisa dijual lebih dari Rp 4 juta, saat ini hanya laku Rp 3,5 juta saja,” keluhnya.
Menurut Sulistiono, lesunya penjualan hewan kurban tahun ini dipicu oleh bencana banjir yang mengakibatkan gagal panen di kawasan Lamongan. Kondisi itu membuat ekonomi warga terpukul.
Selain faktor ekonomi, warga kini cenderung lebih memilih sistem patungan untuk membeli sapi.
Model kurban kelompok ini dinilai jauh lebih ekonomis dibanding membeli kambing secara personal.
Tak mau pasrah dengan keadaan, para peternak di Lamongan kini mulai memutar otak. Mereka berinisiatif memasarkan hewan kurban secara online melalui media sosial dan memanfaatkan fitur live streaming.
Meski kondisi ekonomi di lapangan cukup sulit, para peternak tetap menaruh harap. Mereka memprediksi akan ada peningkatan permintaan pada hari-hari terakhir menjelang Hari Raya Idul Adha.




