‎Sidoarjo, jurnal9.tv – Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nurul Huda Sedati Sidoarjo mendapat kunjungan dari Lembaga pendidikan (LP) Maarif PCNU Bawean Gresik. Senin (18/5/2026). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka studi inspirasi untuk mendalami program-program unggulan dari MI,MTs,MA dibawah naungan YPI Nurul Huda.

‎​Rombongan yang hadir ini terdiri dari Ketua dan Sekretaris LP Maarif  PCNU Bawean serta kepala MTs se wilayah Bawean yang berjumlah 27 orang. Kedatangan mereka disambut hangat oleh pihak pengurus YPI Nurul Huda dan Kepala TK,MI,MTs dan MA Nurul Huda dengan berkeliling ke setiap ruangan.
‎​
‎Ketua YPI Nurul Huda Sedati,Drs. KH. Misbahuddin, M.M, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah pemaparan mengenai program cloning yang diadaptasi dari Pendidikan Islam Sabilillah Malang. Program ini berfokus pada pengembangan lembaga pendidikan melalui enam dimensi utama yang menjadi pilar keunggulan, yaitu​Dimensi Agamis, ​Dimensi Qur’ani,
‎​Pengembangan Prestasi, ​Pengembangan Ekstrakurikuler, ​Pengembangan Kebangsaan dan ​Dimensi Sain.

‎​Ia juga menjelaskan bahwa Pulau Bawean merupakan wilayah kepulauan di Kabupaten Gresik yang memiliki karakteristik daerah tersendiri. studi inspirasi ini diharapkan dapat memberikan warna baru bagi pengelolaan madrasah di sana.

‎​”Kami menyambut kehadiran para kepala sekolah dari Bawean dengan penuh antusias. Dalam diskusi tadi, ada ketertarikan yang besar dari para peserta untuk menerapkan sistem cloning program yang ada di YPI Nurul Huda ke lembaga mereka masing-masing,” ujar Misbahuddin

‎​Ia juga menambahkan bahwa YPI Nurul Huda kini telah menjadi salah satu lembaga rujukan pendidikan. Hal ini terbukti dengan terus meningkatnya jumlah kunjungan studi banding dari berbagai wilayah kabupaten Sidoarjo  dan lembaga pendidikan luar kota lainnya dalam beberapa bulan terakhir.

‎​Keberhasilan program-program unggulan ini juga berdampak nyata pada kepercayaan masyarakat. Berdasarkan data terbaru, total peserta didik di YPI Nurul Huda dari jenjang TK, MI, MTs, hingga MA kini telah mencapai sekitar 1.500 siswa.

‎Ketua LP Maarif PCNU Bawean Gresik,KH. Ali Subhan,SH,M,A,P. menyampaikan kekagumannya terhadap eksistensi YPI Nurul Huda. Berdiri sejak tahun 1971, lembaga ini dinilai sukses bertahan dan terus berprestasi di tengah ketatnya persaingan wilayah pinggiran yang diapit oleh dua kota besar, yakni Surabaya dan Sidoarjo.

‎​”Melihat perkembangan dari tahun ke tahun, lembaga pendidikan ini cukup luar biasa. Mampu bertahan di pinggiran kota dan diapit dua kota besar dengan prestasi yang luar biasa, serta tetap mempertahankan kualitas dan kuantitas siswanya,” ujarnya.

‎​Melihat kesuksesan tersebut, LP Maarif PCNU Bawean berkomitmen untuk mereplikasi atau melakukan cloning program-program unggulan yang diterapkan di YPI Nurul Huda. Langkah ini dilakukan setelah mereka juga mempelajari perbandingan program serupa dari Sabilillah Malang.

‎​”Program cloning dari Sabilillah Malang cukup luar biasa keterangannya, dan yang pasti kami akan meng-cloning. Kami membawa para kepala madrasah Tsanawiyah se-Bawean.” jelasnya.

‎​Ia menambahkan bahwa program replikasi ini akan diadopsi secara bertahap demi kemajuan madrasah-madrasah yang ada di Pulau Bawean.

‎​Menanggapi adanya perbedaan letak geografis, budaya, dan kultur antara Sidoarjo dan Pulau Bawean, ia menegaskan hal tersebut bukanlah sebuah kendala. Sebaliknya, perbedaan itu akan dijadikan modal dan penyemangat untuk maju.

‎​”Perbedaan budaya, kultur, dan alamnya pasti ada. Tetapi perbedaan-perbedaan itu nanti akan menjadi sesuatu yang mendorong terhadap satu kemajuan. Kami menganggap perbedaan itu menjadi poin yang menopang, bukan penghalang, melainkan menjadi spirit untuk maju,” tegasnya.

‎​Saat ditanya mengenai keunggulan yang paling menonjol dari YPI Nurul Huda, ia menyoroti sistem tata kelola madrasah dan soliditas para pengajarnya.

‎​”Manajemennya luar biasa, hubungan antara satu unit dengan unit lainnya sangat baik. Kemudian komitmen guru-guru dan pengurusnya juga sangat kompak,” ungkapnya.

‎​Ia berharap YPI Nurul Huda Sedati Sidoarjo dapat terus berkembang sehingga bisa menjadi rujukan terdekat bagi kemajuan pendidikan Islam di wilayah Jawa Timur, khususnya bagi lembaga pendidikan di Pulau Bawean.

‎​”Ke depan kami dari Bawean bisa mencontoh ke sini lebih dekat. Tidak perlu jauh-jauh ke kabupaten lain, cukup pendidikan di Nurul Huda ini yang akan menjadi contoh bagi kami,” pungkasnya.(RK)