Makkah, jurnal9.tv – Cahaya hijau terang memancar dari puncak Makkah Clock Tower di kompleks Abraj Al Bait tepat saat azan Maghrib berkumandang di Kota Makkah, Arab Saudi. Pendaran cahaya tersebut menjadi penanda resmi masuknya 1 Zulhijjah 1447 Hijriah sekaligus menandai dimulainya hitung mundur menuju puncak ibadah haji.
Tradisi penyalaan lampu hijau di puncak menara jam ikonik tersebut telah lama digunakan otoritas Arab Saudi sebagai penanda visual pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Cahaya akan menyala bertepatan dengan waktu Maghrib setiap awal bulan.
Di tengah langit senja Makkah yang mulai gelap, pancaran hijau dari menara terlihat jelas dan menjadi perhatian ribuan jemaah yang baru menyelesaikan salat berjamaah di sekitar Masjidil Haram.
Bagi jemaah haji, momen ini bukan sekadar penanda pergantian waktu, melainkan pengingat bahwa rangkaian ibadah haji telah memasuki fase paling penting, yakni persiapan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Seiring masuknya 1 Zulhijjah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali mengingatkan jemaah Indonesia untuk menjaga kondisi fisik menjelang puncak haji.
Jemaah diimbau mengurangi aktivitas yang berpotensi menguras tenaga, seperti melaksanakan umrah sunah berulang kali maupun bepergian jauh dari area pemondokan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan jemaah memiliki kebugaran optimal saat menjalani prosesi wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah serta Mina yang membutuhkan ketahanan fisik tinggi.
PPIH menegaskan, seluruh fokus jemaah saat ini perlu diarahkan pada persiapan pergerakan massal menuju Armuzna yang dijadwalkan dimulai pada 8 Zulhijjah mendatang.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




