Jeddah, jurnal9.tv – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memperkuat layanan bimbingan ibadah bagi jemaah, khususnya bagi lansia dan jemaah berkebutuhan khusus selama operasional haji 2026.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah PPIH 2026, Anis Dyah Puspita, menegaskan seluruh petugas haji harus memiliki kepedulian dan kemampuan mendampingi jemaah dalam menjalankan ibadah, tanpa memandang bidang tugas masing-masing.

Hal itu disampaikan Anis usai membantu seorang jemaah asal Banjarmasin yang mengalami gangguan pendengaran saat proses pembimbingan niat di Bandara Internasional King Abdulaziz.

Menurutnya, kondisi jemaah berkebutuhan khusus membutuhkan pendekatan yang lebih sabar dan detail agar materi ibadah dapat dipahami dengan baik.

“Betul, tadi yang kita sampaikan itu huruf per huruf, karena memang tidak bisa menerima informasi dengan baik,” ujar Anis.

Ia menjelaskan, seluruh petugas PPIH telah mendapatkan arahan agar turut aktif membantu proses bimbingan ibadah, terutama pada layanan khusus gelombang kedua kedatangan jemaah haji Indonesia.

Tidak hanya petugas bimbingan ibadah, layanan perlindungan, layanan lansia, hingga petugas disabilitas juga diminta mampu memberikan pendampingan substansi ibadah kepada jemaah.

Anis menilai pelayanan yang maksimal menjadi bagian penting dalam menghormati perjuangan panjang para jemaah yang telah menunggu bertahun-tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Karena itu, ia berharap seluruh petugas dapat bekerja dengan penuh empati, kesabaran, dan keikhlasan demi memastikan seluruh jemaah menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

M. Hariri, Media Center Haji 2026