Jeddah, jurnal9.tv – Tim Lost and Found PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Bandara terus bergerak cepat mengamankan barang tercecer milik jemaah haji Indonesia di jalur kedatangan Arab Saudi.

Barang-barang milik jemaah ditemukan hampir setiap hari, mulai dari Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah hingga Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah.

Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam) Daker Bandara, Abdul Rohim Rahmat, mengatakan barang yang ditemukan kemudian dikumpulkan dan diantarkan ke kantor Daker Madinah maupun Makkah untuk diserahkan kembali kepada pemiliknya.

“Dari beberapa hari ini di Bandara Jeddah banyak barang jemaah yang tercecer. Kita antar ke Daker Makkah,” ujar Abdul Rohim, Rabu (13/5/2026).

Berbagai jenis barang ditemukan tercecer, mulai dari koper besar, tas kabin, alat kesehatan, kursi lipat, hingga dokumen penting milik jemaah.

Menurut Abdul Rohim, kartu identitas embarkasi dan kartu nusuk menjadi barang yang paling sering ditemukan terlepas dari pemiliknya.

“Kemarin yang banyak hilang itu ID Card dari embarkasi. Termasuk kartu nusuk juga banyak yang lepas,” katanya.

Pihaknya kini mengantisipasi kejadian tersebut dengan memperkuat pengikatan kartu nusuk agar tidak mudah terlepas saat digunakan jemaah.

Selain itu, laporan kehilangan paspor ternyata sebagian besar bukan karena hilang, melainkan tertukar, tertinggal, atau terbawa rekan perjalanan.

“Paling banyak penemuan sekarang itu bukan hilang, tapi tertukar dan terbawa. Titip juga ke temannya lupa, dianggapnya hilang padahal tidak hilang,” jelasnya.

Setiap menerima laporan kehilangan dari jemaah melalui ketua kloter, tim Linjam bersama tenaga penghubung langsung bergerak melakukan pencarian. Setelah ditemukan, barang akan didata melalui berita acara sebelum dikirim ke lokasi jemaah berada.

“Tim di lapangan akan mencari posisinya di mana. Yang susah jemaah menyampaikan tidak tahu lokasi barang hilang, jadi petugas harus gerak cepat,” ujarnya.

Berdasarkan data PPIH Arab Saudi, sebanyak 152 barang tercecer ditemukan di wilayah Madinah dan telah diserahterimakan melalui prosedur resmi.

Untuk mendukung pengamanan barang jemaah, Tim Linjam Daker Bandara menyiagakan 23 personel yang dibagi dalam tiga shift kerja. Bahkan, sejumlah petugas khusus disiagakan untuk membantu pencarian dokumen penting milik jemaah seperti paspor.

“Ada personel yang standby, istilahnya pemburu paspor atau pemburu barang hilang. Karena kalau sudah hilang seperti paspor itu barang berharga,” tegas Abdul Rohim.

PPIH Arab Saudi terus mengimbau jemaah agar menjaga barang bawaan pribadi dan tidak menitipkan dokumen penting kepada orang lain.

“Barang tetap dibawa sendiri-sendiri, jangan dititip. Selalu menempel di badan agar tidak tertinggal,” tandasnya.

M. Hariri, Media Center Haji 2026