Jeddah, jurnal9.tv – Seorang jemaah haji Indonesia sempat tertinggal di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, akibat kendala proses keimigrasian saat kedatangan gelombang kedua jemaah haji Indonesia.

Jemaah asal Embarkasi Yogyakarta (YIA) tersebut harus menjalani pemeriksaan administrasi dan keimigrasian lebih lanjut sehingga tidak dapat langsung berangkat bersama kloternya menuju Makkah.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, mengatakan petugas langsung melakukan pendampingan intensif terhadap jemaah hingga seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan pihak imigrasi Arab Saudi.

“Petugas langsung melakukan pendampingan hingga seluruh proses keimigrasian selesai. Setelah itu, jemaah kami ikutkan bersama kloter berikutnya dan saat ini sudah bergabung kembali dengan rombongannya di Makkah,” ujar Abdul Basir, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Abdul Basir, situasi seperti itu merupakan salah satu dinamika yang kerap terjadi di tengah tingginya arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Jeddah pada musim haji.

Karena itu, petugas Daker Bandara disiagakan selama 24 jam untuk memastikan setiap persoalan yang dihadapi jemaah dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat.

Selain membantu proses keimigrasian, petugas haji juga memberikan berbagai layanan lain bagi jemaah, mulai dari pengawalan bagasi, layanan kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pendampingan khusus bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas.

Abdul Basir menegaskan bahwa pelayanan terhadap jemaah menjadi prioritas utama agar seluruh jemaah merasa aman dan nyaman selama menjalankan perjalanan ibadah di Tanah Suci.

“Kami berupaya memastikan seluruh jemaah tetap aman, terlayani, dan dapat melanjutkan perjalanan ibadahnya dengan tenang,” katanya.

Kesigapan petugas dalam menangani berbagai kendala di bandara menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional haji Indonesia di Arab Saudi musim haji 2026.

M. Hariri, Media Center Haji 2026