Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dididirikan pada 17 April 1960 kini telah mencapai tahapan di sebuah era baru dan tantangan berbeda. Keberadaan PMII hingga usia 66 tahun, adalah sebuah anugerah yang patut disyukuri, bukan hanya oleh alumni atau kader aktifnya, tetapi juga bagi Islam dan Indonesia. Pandangan dan doktrin PMII, utamanya melalui apa yang disebut Nilai Dasar Pergerakan (NDP) sebagai sebagai nilai luhur yang wajib dipahami, dijalani dan diperjuangkan oleh seluruh kader (dan juga alumninya) adalah satu faktor penting, kenapa PMII bisa eksis hingga saat ini.
Organisasi akan sustainable dan akan hidup berkelanjutan, apa bila memikili tiga prasyarat. Pertama, Organisasi harus mempunyai nilai dasar berupa azaz, aqidah dan Ideologi yang kuat dan kokoh. Kedua, organisasi harus mempunyai landasan pengelolaan atau manajemen yang sistemis. Organisasi akan bertahan bila mempunyai role of the game (aturan main) yang jelas dan proporsional. Ketiga, organisasi juga harus mampu beradaptasi dengan zaman yg berkembang.
Dalam aspek ideologi organisasi PMII mempunyai dasar yg kokoh yaitu Al Qur’an dan Hadits (populer dengan sebutan Islam ala Ahlussunah wal jama’ah atau Aswaja) dengan Nasionalisme (wathoniah) disublimasi menjadi Nilai Dasar Pergerakan yg kemudian menjadi kerangka realistis terhadap pemahaman keagamaan yg moderat, pembelaan kaum mustad’afin, rakyat yang lemah dan rahmatan Lil ‘alamin. PMII bernafas dan langkah yg realis dari tradisional centris, kultur centris me-metamorfosis menjadi langkah modern berbasis keagamaan yg kokoh.
Berkemampuan menata kerangka aturan main yg sistemis berbasis mahasiswa (temporer) dengan struktur dari Pengurus Besar dan sampai Rayon dan Anak Rayon. Menandakan bahwa Organisasi PMII adalah organisasi dengan menegement modern dan kontekstual.
Kemudian Organisasi PMII harus mampu membaca zaman, mengikuti zaman tetapi tidak larut terhadap hal-hal negatif dari zaman justru kemudian mampu meretas (menggeliat dari arus zaman) dengan berbagai ragam pilihan gerakan. Misalnya PMII dengan Visi dan Missinya mampu memberikan kontribusi nyata dalam nalar intelektualitas kritik arah bangsa dan perjuangan keseimbangan dan keadilan ( ta’addul).
Walhasil Gerakan PMII tetep mengemban idealisme (harga mati) juga mampu menunggangi zaman sebagai alat (tools) untuk mengarahkan anak panah pada pendulum perbaikan peradaban bangsa dan negara. Ihdina as-sirotho al-mustaqim. Wallahu al-muwafiq ila aqwamith Thoriq. Selamat Harlah 66 PMII.
Surabaya, 18 April 2026
Oleh: A. Nur Aminuddin, SAg, MM., Alumni PMII, Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur




