Madinah, jurnal9.tv — Pengelompokan jemaah haji berdasarkan rombongan sejak tiba di bandara menjadi strategi utama dalam menciptakan layanan yang tertata dan terintegrasi pada penyelenggaraan haji 2026.
Kebijakan ini diterapkan di Pangeran Mohammad bin Abdulaziz International Airport untuk memastikan alur pergerakan jemaah berjalan lancar, mulai dari turun pesawat hingga menuju bus dan hotel.
Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, mengatakan penataan rombongan sejak awal menjadi kunci kelancaran layanan.
“Kalau sejak awal rombongan sudah tertata, maka saat turun pesawat, keluar gate, hingga naik bus akan lebih tertib dan cepat,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Dengan arus kedatangan yang semakin padat, risiko jemaah terpisah menjadi perhatian utama. Karena itu, para pendamping seperti ketua kloter, ketua rombongan, dan ketua regu diminta aktif memastikan jemaah tetap berada dalam kelompoknya masing-masing.
PPIH juga menerapkan skema satu rombongan dalam satu bus guna menjaga kenyamanan dan memudahkan pengawasan. Setiap rombongan terdiri dari sekitar 40 jemaah, meski kapasitas bus sebenarnya dapat menampung lebih banyak.
“Kami tekankan agar satu bus diisi satu rombongan. Ini penting untuk menjaga keteraturan,” kata Basir.
Kebijakan ini turut disesuaikan dengan koordinasi bersama pihak transportasi di Arab Saudi, sehingga tetap selaras dengan kapasitas layanan yang tersedia.
Sementara itu, salah satu jemaah asal Kabupaten Langkat, Ahmad Fitria, mengaku merasakan langsung manfaat pengaturan tersebut.
Sejak tiba di bandara, ia dan rombongannya langsung diarahkan petugas dengan ramah dan sigap.
“Petugas banyak senyum dan membantu kami agar tetap tertib. Proses dari istirahat sampai naik bus juga cepat,” ujarnya.
Ia menilai pembatasan jumlah jemaah dalam bus justru memberikan kenyamanan lebih selama perjalanan.
“Walaupun bus bisa diisi lebih banyak, tapi dibatasi per rombongan jadi lebih nyaman. Kendaraannya juga bagus,” tuturnya.
Dengan sistem pengelompokan yang konsisten sejak kedatangan, layanan haji di Madinah dinilai semakin tertata, efisien, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi jemaah.




