Surabaya, jurnal9.tv – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggagas “Gerakan NUConomic” yang berbasis tiga pilar pemberdayaan ekonomi warga NU ala “Nahdlatut Tujjar”, yang telah disepakati pada Muskerwil PWNU Jatim di Tuban, 11-12 April, untuk dibawa ke Konbes/Munas NU pada akhir April 2026.
“Kalau Abad Pertama NU ada gerakan ‘Nahdlatut Tujjar’ yang dikembangkan para muassis NU, maka Abad Kedua NU juga harus menjadikan Nahlatut Tujjar sebagai inspirasi untuk mengembangkan gerakan serupa yang sesuai tantangan ekonomi abad kedua,” kata Wakil Ketua PWNU Jatim Dr H Hakim Jayli dalam pernyataan di Surabaya, Selasa.
Menurut dia, Komisi Ekonomi pada Muskerwil PWNU Jatim di Tuban, 11-12 April 2026 telah menyepakati “Gerakan NUConomic” yang berbasis tiga pilar pemberdayaan ekonomi warga NU ala “Nahdlatut Tujjar” itu dijadikan sebagai gerakan nasional melalui Konbes/Munas NU pada akhir April 2026 hingga Muktamar NU pada awal Agustus 2026.
Ia menjelaskan Program Ekonomi ala Nahdlatut Tujjar pada Abad Kedua NU itu fokus pada pemberdayaan ekonomi warga NU dengan konsep “NUConomic” yakni konsep berbasis pada tiga pilar, yakni Pendampingan UMKM, Pendampingan Petani/Nelayan/Peternak (industri hilirisasi), dan Pemanfaatan Filantropi Islam (ZIS/Wakaf) untuk pemberdayaan ekonomi warga.
Untuk pelaksanaannya, katanya, akan dibuat “pilot project” perhutanan sosial pada tiga titik, yakni PCNU Blitar, Kabupaten Malang dan Situbondo. “Pilot project yang juga sudah mulai berjalan adalah Sertifikasi Halal UMKM, Permodalan Usaha melalui ZIS Produktif, Pendampingam Kemasan dan Foto Produk UMKM,” katanya.
Bahkan, hilirisasi bidang Nelayan/Peternak juga sudah ada dukungan dari kader NU/alumni ITS Astutik MT yang menemukan kolagen berbahan sisik ikan lemuru (Sardinella lemuru) asal Banyuwangi, Jatim, yang berkualitas internasional.
Hingga saat, Pokja Perhutanan Sosial yang dibentuk PWNU Jawa Timur sudah memiliki dampingan ribuan hektar hutan sosial yang terdiri 250-an Kelompok Tani Hutan (KTH) dan yang sudah memiliki Surat Keputusan Perhutanan Sosial sebanyak 120 KTH.
Dalam Muskerwil Tuban itu, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, menyinggung potensi ekonomi warga NU yang sangat besar, bukan hanya untuk ekonomi, tapi juga untuk penguatan sosial, kesejahteraan umat, dan kemandirian. “PBNU juga sudah mencanangkan holding PT Bulan Cahaya Lillah (BCL) yang nantinya bisa menjadi embrio Nahdlatut Tujjar Abad Kedua,” katanya.
Selain program ekonomi, PWNU Jatim dalam Muskerwil menjelang Konbes/Munas NU (akhir April) dan Muktamar NU (awal Agustus) itu juga mengusulkan pelembagaan “Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) Center” sebagai Lembaga/badan khusus dalam Konbes/Munas menjelang Muktamar Ke-35 NU.




