Makkah, jurnal9.tv – Tata kelola pembayaran Dam jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 mencatat lonjakan signifikan. Pemerintah mencatat sebanyak 126.832 hewan hadyu atau Dam telah dibayarkan secara resmi oleh jemaah melalui sistem yang terdata.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan peningkatan tersebut menjadi indikator membaiknya kepatuhan jemaah terhadap mekanisme pembayaran resmi sekaligus keberhasilan penataan sistem perhajian.
“Jumlah pembayaran Dam yang tercatat mencapai 126.832 hadyu. Ini meningkat jauh dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 10 ribu yang terdata,” kata Dahnil dalam keterangannya di Makkah, Jumat (22/5/2026).
Dari total tersebut, sebanyak 90.956 jemaah memilih penyembelihan Dam di Arab Saudi, sementara 32.691 jemaah melaksanakan pemotongan di Indonesia melalui lembaga yang mereka tentukan sendiri. Selain itu, tercatat 3.195 jemaah mengganti Dam dengan puasa dan 1.076 lainnya merupakan jemaah dengan skema haji ifrad.
Pemerintah menjadwalkan pelaksanaan penyembelihan hewan Dam di Tanah Suci dimulai pada 10 Dzulhijjah atau 27 Mei 2026. Seluruh proses akan dipantau secara digital sehingga jemaah dapat mengetahui status pembayaran hingga penyembelihan melalui aplikasi Nusuk.
Melalui sistem tersebut, jemaah akan menerima notifikasi otomatis setelah hewan kurban dipotong sehingga proses menjadi lebih transparan dan mudah dipantau.
Tidak hanya berfokus pada tata kelola ibadah, pemerintah juga mengarahkan manfaat sosial dari pelaksanaan Dam. Kementerian Haji dan Umrah RI bersama pihak Adahi dan otoritas Arab Saudi menyepakati distribusi mayoritas daging kurban hasil Dam jemaah Indonesia untuk masyarakat Palestina.
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari misi kemanusiaan yang juga sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk membantu warga Palestina yang terdampak konflik.
Program ini diharapkan memperluas manfaat ibadah haji tidak hanya bagi jemaah, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan di tingkat global.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




