Lumajang, jurnal9.tv – Perkembangan pendidikan berbasis pesantren terus menunjukkan kemajuan. Salah satunya ditunjukkan oleh SMK Al-Maliki yang berada di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Habibullah, sekolah ini berhasil menggabungkan pendidikan agama dengan keterampilan vokasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Didirikan pada tahun 2003, SMK Al-Maliki awalnya hanya memiliki 18 siswa. Saat itu, masih banyak masyarakat yang memandang pondok pesantren sebatas tempat untuk belajar agama. Namun kini, persepsi tersebut mulai berubah seiring meningkatnya kesadaran bahwa pesantren juga dapat menjadi pusat pendidikan umum dan pengembangan keterampilan.

“Sekarang sudah era modern. Di SMK Al-Maliki, siswa tidak hanya belajar agama, tetapi juga dibekali keterampilan sesuai jurusan yang mereka pilih,” ujar Habibullah.

SMK Al-Maliki saat ini memiliki beragam jurusan, di antaranya teknik otomotif, teknik komputer dan jaringan, desain komunikasi visual, peternakan, dan tata busana. Dari beberapa pilihan tersebut, jurusan teknik otomotif, teknik komputer dan jaringan, serta desain komunikasi visual menjadi yang paling diminati siswa.

Jumlah siswa pun meningkat signifikan. Kini, sekolah tersebut telah menampung lebih dari 500 siswa.

Untuk menunjang proses belajar mengajar, SMK Al-Maliki menyediakan fasilitas praktik yang memadai. Salah satunya adalah kandang ayam pedaging dengan kapasitas hingga 4.500 ekor. Fasilitas ini digunakan sebagai sarana praktik langsung bagi siswa jurusan peternakan.

“Langkah ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah,” jelas Habibullah.

Selain itu, fasilitas praktik di jurusan lain juga terus ditingkatkan. Khususnya untuk jurusan teknik otomotif, sekolah telah memiliki ruang praktik sendiri dengan peralatan lengkap dan nyaman.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, pihak sekolah berharap dapat meningkatkan semangat belajar siswa, sekaligus mencetak lulusan yang siap kerja.

“Banyak lulusan kami yang langsung direkrut di tempat mereka magang,” tambah Habibullah.

Ke depan, SMK Al-Maliki diharapkan terus menjadi contoh sekolah berbasis pesantren yang mampu mencetak generasi terampil, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja. (Ard)