peristiwa

Tak Bermasker di Pasar, Warga Probolinggo Dikarantina Bersama Keranda Mayat

15DF7F24-1BAC-440D-A1D9-9FC0A7109012

PROBOLINGGO,JURNAL9.tv- Operasi penerapan protokol kesehatan berskala besar dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Probolinggo.

Operasi itu digelar di sejumlah pasar tradisional mulai Senin (07/09) hingga Sabtu (12/09).

Sedikitnya ada 23 pasar tradisional se-Kabupaten Probolinggo yang akan jadi samsaran operasi penegakan protokol kesehatan.

Dalam pelaksanaan operasi dibagi menjadi 8 tim. Setiap tim terdiri dari 3 orang. Bupati, wakil bupati, dan Sekda Kabupaten Probolinggo juga terlibat di dalamnya.

Sanksi bagi pedagang dan pembeli yang mengabaikan protokol kesehatan ada beberapa macam. Mulai dari bersih-bersih lokasi pasar, penutupan lapak dagang, penyitaan KTP selama 3 bulan hingga lock down lokal.

Bahkan sebagai efek jera, petugas juga menyediakan sebuah keranda mayat yang ditempatkan di dalam mobil ambulans, sebagai tempat karantina sementara bagi para pelanggar protokol kesehatan.

Menurut Koordinator Penegakan Keamanan dan Hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, pemerintah akan langsung menjatuhkan sanksi bagi warga yang abai protokol kesehatan.

“Sosialisasi sudah sering kami lakukan, bahkan sejak lama. Jadi tidak ada lagi toleransi, yang tidak pakai masker langsung kami tindak,” tegasnya.

Sanksi penutupan tempat usaha/lapak dagang bagi pedagang yang membandel tak patuhi protokol kesehatan, juga dilakukan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 saat operasi itu digelar.

Bagi pembeli yang kedapatan tak pakai masker, langsung dimasukkan ke mobil ambulans yang di dalamnya tersedia keranda mayat sebagai tempat karantina sementara.

“Yang enggak pakai masker sanksinya nyapu pasar, pencabutan KTP selama 3 bulan. Tadi juga saya karantina di mobil ambulans yang ada kerandanya. Tujuannya agar mereka merenung bagaimana jika beneran mereka yang di dalam keranda,” tandas Ugas.

Tak banyak warga terjaring operasi penegakan protokol kesehatan di hari pertama. Itu dibarapkan sebagai penanda bahwa banyak masyarakat yang semakin sadar pentingnya mencegah Covid-19.

“Disiplin protokol kesehatan dengan wajib bermasker sebagai kebiasaan baru ini, akan diperketat selama sepekan ke depan,” tutup Ugas. (ltf/ren/shk)

loading...
Comments

BERITA POPULER

To Top