peristiwa

Sarbumusi Turun ke Jalan, Bela Hak Ratusan Karyawan Terkena PHK Sepihak

B6AFCA9D-C477-468D-BDFA-CE324988E36F

SIDOARJO, JURNAL9.tv-Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama menggelar aksi demo di depan DPRD Sidoarjo, Senin siang (7/9/2020). Mereka mengadu kepada para wakil rakyat terkait PHK sepihak yang dilakukan oleh 5 perusahaan.

Sarbumusi kecewa karena kasus tersebut belum ditindaklanjuti oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo. Padahal dampaknya langsung mengenai ratusan buruh yang terkena PHK beserta keluarganya. Mereka tidak mempunyai pendapatan dan tidak mendapatkan program BLT dari pemerintah karena BPJS Ketenagakerjaan mereka juga telah diputus sepihak oleh perusahaan.

Para pengunjuk rasa datang ke kantor DPR dengan mengendarai dua mobil pikap berbendera Sarbumusi dan bendera NU. Mereka berhenti lalu berorasi di depan pintu masuk gedung dewan.

Dalam orasi mereka menyatakan kekecewaan kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah, Disnaker Pemkab Sidoarjo dinilai telah melakukan pembiaran terhadap PKH sepihak 5 perusahaan di wilayahnya.

Lima perusahaan tersebut diketahui telah melakukan PHK sepihak kepada 506 buruh sejak awal tahun 2020 silam.

“Ratusan orang yang harus menanggung hidup keluarga tiba-tiba kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Ini bukan persoalan enteng,” ujar Khujairi Ketua DPC Sarbumusi NU Sidoarjo.

Sementara itu, Usman Ketua DPRD Sidoarjo berjanji akan memanggil semua perusahaan yang telah melakukan PHK sepihak terhadap ratusan buruh dengan harapan bisa terselesaikan.

“Aksi unjuk rasa Sarbumusi ini hal yang wajar dan harus dipenuhi oleh perusahaan,” ujar Usman.

Ada beberapa catatan informasi yang muncul dari kasus PHK yang dilakukan 5 perusahaan ini. Antara lain perusahaan tidak pernah membayar UMK sesuai aturan Pergub soal pengupahan buruh yaitu Rp 4,2 juta hingga soal memberikan pesangon Rp 20 juta bagi para buruh yang kena PHK. Padahal mereka sudah bekerja selama puluhan tahun. (hid/shk)

loading...
Comments

BERITA POPULER

To Top