NU-PESANTREN

Ke Wadas, Gus Salam Inisiasi Kantor NU Ranting Wadas, Markas Perjuangan Hak Rakyat

IMG-20220317-WA0013

PURWOREJO, jurnal9.tv,- Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar KH Abdus Salam Shohib mengingatkan, setiap kebijakan seorang pemimpin harus mengacu pada kemaslahatan masyarakat.

“Ini tuntunan syariah agar masyarakat sejahtera dari setiap kebijakan pemimpin,” tutur Gus Salam, panggilan akrab Wakil Ketua PWNU Jawa Timur di hadapan warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, dalam keterangan Kamis 17 Maret 2022.

Pertemuan Gus Salam bersama masyarakat Wadas, berlangsung akrab dan suasana penuh keteduhan sebagaimana ciri khas masyarakat santri, Rabu 16 Maret. Turut hadir KH Abdurrochman Al-Kautsar (Gus Kautsar) dan tokoh masyarakat dan pengurus NU setempat.

Gus Salam, yang cucu Pendiri NU KH Bisri Syansuri (almaghfurlah), pada kesempatan itu menginisiasi berdirinya Kantor NU Ranting Wadas sebagai pusat Perjuangan Hak Rakyat.

“Kita belakar pada KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dalam mengambil kebijakan saat memimpin negeri ini.

Semasa jadi presiden, kata Gus Salam, Gus Dur memegang Kaidah Fikih “Tasharaful imam ala ra’iyah manutun bil maslahah”, kebijakan seorang pemimpin harus menjadikan kebaikan dan kesejahteraan bagi Rakyat.

“Ini penting menjadi perhatian kita bersama. Amar ma’ruf nahi munkar. Tapi ingat, janganlah kita berbuat anarkis yang bisa merugikan kita sendiri,” tutur Gus Salam, yang juga saudara sepupu Gus Dur.

Dengan adanya Kantor NU Ranting Wadas bisa menjadi tempat Perjuangan Hak Rakyat. PWNU Jawa Timur mengajak PWNU Jawa Tengah kerja sama untuk mewujudkan rencana pembangunan Kantor NU Ranting Wadas.

Konflik Warga Wadas

Konflik warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, menyusul adanya pembangunan Bendungan Bener dan tambang batu andesit di Desa tersebut.

Gubernura Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun menemuinya di Masjid Nurul Huda, Dusun Krajan, Desa Wadas pada Minggu, 13 Februari 2022. Warga menyambut Ganjar dengan memberikan berbagai macam hasil bumi Wadas.

Dalam pertemuan tersebut, warga Wadas menyampaikan bahwa ibu-ibu dan anak-anak masih mengalami trauma atas rentetan kekerasan yang terjadi. Warga juga meminta Ganjar untuk mengusut tuntas pengerahan aparat yang berlebihan, intimidasi, dan pemukulan terhadap warga Wadas.(*)

Comments


BERITA POPULER

To Top