peristiwa

Gelar Upacara Virtual, Alissa Wahid Ajak Lawan Ketidakadilan

WhatsApp Image 2020-08-17 at 11.37.54

YOGYAKARTA, JURNAL9TV – Pembatasan aktivitas peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia melahirkan kreatifitas event virtual oleh berbagai kalangan. Negara melalui Presiden Joko Wiidodo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mengheningkan cipta mulai pukul 10.17 sampai 10.20 WIB serentak pas di hari Senin, 17 Agustus 2020. Di hari yang sama, pada pukul 08.00 sampai. 09.00 WIB, Jaringan Gusdurian. Indonesia menggelar upacara virtual acara virtual mengangkat tema: Kemerdekaan adalah Hak Segala Bangsa.

Upacara Virtual Jaringan Gusdurian ini disiarkan secara Live melalui Youtube Gusdurian TV dan Facebook FP K.H Abdurrahman Wahid dan diikuti para aktivis dan perwakilan Komunitas Gusdurian Berbagai Wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, NTB, NTT, DKI Jakarta, Jabar, Banten, Jateng-DIY, Jatim serta beberapa di Luar Negeri.

Walau digelar secara daring, spirit nasionalisme masih sangat terasa, untuk meneruskan perjuangan para pendiri bangsa di era ketika Indonesia menghadapi situasi berat akibat deraan Pandemi. Covid19. Upacara dimulai dengan Pembacaan Pancasila, UUD 45, Proklamasi, alunan Musik Kemerdekaan, pembacaan Puisi Kemerdekaan oleh putri bungsu Gus Dur, Inaya Wahid, dilanjutkan Orasi Kemerdekaan Alissa Wahid serta ditutup Doa Kemerdekaan.

Dalam Orasi kemerdekaan, Koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid mengajak. Seluruh bangsa Indonesia, khususnya para penerus perjuangan Gus Dur untuk bersama-sama melawan ketidakadilan demi terwujudnya Cita-cita Kemerdekaan. *Hari ini kita memperingati 75 tahun sejak republik ini berdiri. Republik ini diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 sebagai seruan nyaring bahwa bangsa ini merdeka dan berdaulat penuh atas dirinya, berdaulat penuh untuk menentukan nasib bangsanya, berdaulat penuh untuk mengelola setiap jengkal tanah, setiap tetes air, setiap hembusan udaranya, dan tidak lagi menerima hadirnya kelompok-kelompok luar yang mendaku sebagai penguasa dan memperhambakan manusia-manusia Nusantara,” tegasnya.

Sementara Inaya Wahid membacakan puisi gubahannya berjudul ‘Indonesia 75’. Berikut teks puisi putri bungsu Gus Dur ini:

INDONESIA 75
Inaya Wahid

Apakah warna perjuangan itu?
Merah macam darah yang memuncar dari tubuh pejuang kita saat dihujam peluru soldadu Olanda?
Atau legam sewarna kulit petani urut sewu yang menggelap bukan karena kelelahan mengolah lahan, tetapi karena sibuk mempertahankan tanah dari rebutan pihak yang katanya mengayomi.
Seperti apa rupa kemerdekaan itu?
Serupa pekik-pekik kebahagiaan seusai Soekarno membacakan rumusan Proklamasi di Pegangsaan pagi itu?
Ataukah serupa nafas lega manusia pinggiran yang hari ini lolos dari jerat persekusi yang ditimpakan oleh para pemilik surga yang mendaku punya kuasa menentukan siapa boleh ada?
Bagaimanakah rasa kebebasan itu?
Senikmat melihat pemerintah kolonial dan juga tentara NICA angkat kaki dari tanah jajahan yang kini berdaulat
Ataukah sesederhana mimpi seorang anak Paniai yang harapan terbesarnya hanyalah agar wajahnya tak pernah berkenalan dengan moncong senjata?
Dan di antara perjuangan, kemerdekaan dan kebebasan itu, aku dimana?

hkm/*

loading...
Comments

BERITA POPULER

To Top