peristiwa

Ainun Najib, dari Pelosok Balongpanggang ke Kancah Internasional

Suabaya, Jurnal9.tv – Ainun Najib, Head of Analytics, Platform, Policy & Data Initiatives at Grab viral karena namanya disebut-sebut Jokowi. Kepakarannya menarik perhatian Presiden Jokowi, dan sarankan NU memanggilnya pulang berkhidmah di Indonesia.

Ainun Najib diketahui sudah berada di singapura sejak 19 tahun lalu. Ketika ditanya kapan pulang ke indonesia, Ainun mengatakan bahwa ia masih menunggu pendidikan anak-anaknya. “Saya jawab ke pak Jokowi, Saya ga mau kalah dengan bapak. Putra-putra pak Jokowi juga menempuh pendidikan di Singapura.” Ungkap Ainun dalam dialog jurnal9 pagi akhir pekan Tv9 Nusantara.

Dalam dialog itu, Ainun juga mengisahkan perjalanannya mulai dari MI hingga bisa seperti sekarang, berkarir di kancah internasional.

Saat masih di Madrasah Ibtidaiyah di desa Balongpanggang, 30 km arah selatan Gresik,  Ainun Najib bercita-cita menciptakan mobil terbang, seperti Pak Habibie yang bisa bikin pesawat Terbang.

“Dari Madrasah Ibtida’iyah yang waktu itu jalannya masih becek, saya kemudian berhasil meraih prestasi, sehingga bisa masuk ke SMPN di kecamatan di balongpanggang.” Ceritanya.

Visi besar, kecerdasan, kesungguhhan, dan doa orangtua membawanya ke kota, SMAN 5 Surabaya, Olimpiade Matematika Asia Pasifik, Universitas Teknologi Nanyang (NTU) Singapura hingga dipercaya IBM, Traveloka dan kini Grab sebagai Head of Analytics, Platform, Policy & Data Initiatives. 

Ainun juga banyak mengerjakan analisis untuk Indonesia. Mulai dari pemilihan presiden, anti korupsi, hingga penanganan covid 19.

ketika ditanya  oleh Sabrina Presenter Jurnal9 Pagi Akhir Pekan Tv9, “Apa yang mendorong mas Ainun kemudian melakukan gerakan-gerakan yang juga membantu negara Indonesia?”, Ainun menjawab bahwa ia ingin menjadi manusia yang bermanfaat sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW.

“pengen jadi manusia yang bermanfaat sesuai hadist Kanjeng Nabi, Khoirunnas Alfauhum Lin-Nas. Ingin memberikan manfaat, saya kan posisinya diaspora tidak berada fisik di Indonesia, maka yang saya bisa lakukan dengan cara jarak jauh menggunakan teknologi informasi.  Itu bidang fokus saya juga secara profesional, jadi di situlah saya berkontribusi.” Jelas Ainun. 

“Generasi muda harus pasang mimpi yang tinggi. Yang paling pertama karena mimpi itu gratis, kalau yang gratis nggak mau dilakukan ya susah. Seperti slogannya Jawa Timur Jer Besuki Mawa Bea, ya jadi harus memberikan effort,  investment, enggak cuman materiil tapi juga energi dan waktu lalu, ikhtiar kemudian bersyukur atau bersabar lalu diputar lagi sampai mudah-mudahan menjadi manusia yang bermanfaat untuk yang lain.” Pesan Ainun untuk generasi muda Indonesia. (snm)

Comments

BERITA POPULER

To Top