Home » 7 Mahasiswa Unair Raih Gold Award di Ajang World Youth International Exhibition
PENDIDIKAN

7 Mahasiswa Unair Raih Gold Award di Ajang World Youth International Exhibition

Surabaya, Jurnal9.tv- Prestasi kawula muda dari Surabaya cukup bergengsi di ajang internasional. Hal itu dibuktikan sejumlah mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Tim mahasiswa Unair berhasil meraih prestasi di kompetisi peneliti muda internasional.

Dalam ajang kompetisi World Youth International Exhibition  (WYIE) 2023 diselenggarakan International Invention, Innovation, and Technology Exhibition (ITEX) di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, belum lama ini. Mereka berhasil meraih Gold Award dari 500+ peserta berasal dari 15+ negara.

“Kami bersyukur, meraih predikat terbaik. Kami meraih hadiah Gold Award, dalam kategori Protection of Environment, Energy, Water and Sanitation,” tutur Siti Khofsoh Ratu Perwira Negara (Ocho), anggota tim Unair dalam kompetensi tersebut, dalam keterangan Selasa, 23 Mei 2023.

 Memang, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga mengirimkan delegasi dalam kompetisi exhibisi Wordl Young Inventors Exhibition (WYIE) 2023 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Malaysia. FST mengirimkan 1 tim yang beranggotakan 7 orang dari program studi atau jurusan.

Mereka adalah Sulthan Fathi Nur Alauddin (Fathi) – FST 2019, Teknik Lingkungan dari Situbondo; Muhammad Anang Jazuli (Anang) – FST 2019, Kimia dari Sidoarjo;  Firman Hidayat (Firman) – FST 2019, Fisika dari Lamongan; Siti Khofsoh Ratu Perwira Negara (Ocho) – FST 2019, Biologi dari Surabaya; Aqilla Ayu Cahyani (Aqilla) – FST 2019, Teknik Lingkungan dari Mojokerto; Shifa Salsa Bila (Shifa) – FST 2019, Fisika dari Bekasi; dan Dewi Sita Agustin Choiriah (Sita) – FST 2019, Fisika dari Tuban.

Lomba bagi Kaum Muda

WYIE (World Youth International Exhibition) 2023 merupakan kompetisi exhibisi internasional yang diikuti oleh 500+ peserta dari seluruh dunia. Kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun dan turut mengundang berbagai perusahaan besar dan bonafit, seperti Pertamina dan PLN.

Tahun ini, kegiatan WYIE diselenggarakan di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia pada 10–13 Mei 2023. Tema tema yang diusung dalam kompetisi ini meliputi seluruh pilar SDGs. Penyelenggaranya adalah MINDS, organisasi apresiasi produk inovasi dari Malaysia.

Dijelaskan Khofsoh Ratu Perwira Negara, proses seleksi diawali dengan pengumpulan ide produk inovasi. Baik gagasan, prototipe, atau komersil. Kemudian dilakukan proses kurasi oleh penyelenggara dengan mengeliminasi produk yang tidak sesuai dengan tema dan ketentuan.

“Tim kami telah lolos seleksi mendapatkan coaching dan bimbingan arah gerak produk. Terakhir, kegiatan exhibisi dilaksanakan dan tim terbaik mendapat apresiasi,” tutur aktivis mahasiswi ini.

Kiat Khusus, Tips dan Trik

Pada bagian lain, Khofsoh Ratu Perwira Negara, menjelaskan kiat-kiat khusus dalam meraih kemenangan. Ia mengingatkan, jangan pesimis untuk mengikuti kegiatan internasional. Mulai bangun mindset juara sejak dini.

Menurutnya, harus miliki circle yang dapat mendorongmu maju, bisa teman ataupun organisasi. Selain itu, cari informasi sebanyak banyaknya mengengai kegiatan internasional yang kalian inginkan.

“Jangan sungkan atau malu untuk bertanya dan konsultasi ke kating atau rekan yang paham betul dengan kegiatan serupa. Tetap, semangat!,” tutur Ocho, panggilan akrab putri seorang pengurus NU Surabaya, M Taufik Mukti ini.

Inovasi Tim

Karya tulis ilmiah, yang kemudian direalisasikan sebagai produk prototipe. Menurut Khofsoh, produk yang dibawakan adalah edible coating untuk buah dan sayur. Ide tersebut berawal dari keprihatinan tim terhadap isu lingkungan, terutama limbah makanan yang berlimpah.

“Produk ini terbuat dari limbah kulit udang dan kulit singkong yang kemudian diekstrak menjadi kitosan dan pati sehingga dapat menjadi pelapis buah dan sayur yang aman dikonsumsi (food grade),” tutur Ocho.

Harapannya, optimalisasi produk makanan dapat ditingkatkan, baik dari proses panen hingga konsumsi. Sehingga kelestarian lingkungan dapat dinikmati hingga generasi jauh kedepan.

Tantangan Kaum Muda

Kegiatan internasional membutuhkan kemampuan bahasa inggris yang mumpuni. Akan sulit apabila kita kewalahan menanggapi banyak pengujung dengan bahasa dan logat yang berbeda-beda.

“Jadi, ada baiknya mempersiapkan template teks, naskah, ataupun tanya jawab. Dan jangan lupa untuk perbanyak latihan,” tutur Khofsoh menambahkan. (*)