NU-PESANTREN

MTs NU Trate Gresik Edukasi Siswa Pentingnya Mempertahankan Tradisi Bubur Suro

Gresik, Jurnal9.tv – Semarak 10 Muharam juga diperingati MTs NU Trate Gresik dengan melakukan santunan terhadap perilaku puluhan siswa-siswinya yang yatim piatu. Santunan diberikan dari hasil donasi para guru, siswa dan wali murid dalam program ‘Jum’at Berkah’ yang digalakkan setiap minggu.

“Selain ada SPP Gratis sampai lulus, sebabyak 44 anak didik kami yang yatim maupun piatu ini kami beri santunan di 10 Muharam dari donasi yang dikumpulkan setiap hari Jum’at,”Ujar Kepala Mts NU Trate Gresik, Nduk Muslikah, Selasa (09/08).

Selain santunan yatim piatu, dikatakan Nduk Muslikah, MTs NU Trate juga membuat 450 porsi bubur suro yang dibagikan kepada seluruh siswa, guru, sekolah tetangga dan masyarakat setempat.

Menurut Nduk panggilan akrabnya, pembagian bubur suro ini untuk mengenalkan tradisi orang Jawa di setiap bulan Suro kepada anak didiknya mengingat di era modern saat ini minim pengetahuan siswa tentang bubur suro dan filosofinya.

“Karena sekarang banyak siswa-siswi yang kurang tahu apa itu bubur suro. Maka lewat kegiatan berbagi ini kami mengedukasi anak-anak tentang bubur suro agar tidak tenggelam oleh arus modernisasi,”Katanya.

Beberapa hari sebelum kegiatan peringatan 10 Muharam, Nduk menambahkan, para guru sempat bertanya pada siswa-siswinya tentang bubur suro. Namun, hanya satu siswa saja yang mengetahui lantaran ibunya selalu membuat bubur suro setiap bulan Muharam.

“Kagetnya waktu anak-anak ditanya sama gurunya ternyata hanya ada satu anak saja yang tahu karena kebetulan ibunya selalu buat pas bulan suro. Ini yang bikin kami miris,”bebernya.

Melalui pembuatan Bubur Suro ini, para siswa dikenalkan tradisi orang jawa bahwa setiap memasuki bulan suro sampai akhir bulan berbagi bubur suro sebagai bentuk menolak bala. Ini bagian dari mempertahankan kearifan lokal karena sudah diambang punah.

“Anak-anak juga kami terangkan beda antara bubur ayam dan bubur suro.
Kalau bubur suro sepertinyang kamu buat, toppingnya dikasih telur dadar, kemangi, lombok, udang, hati ayam, delima, dan bawang goreng,”terang Nduk.

Di tahun depan, pihak sekolah akan menyusun project untuk pembuatan bubur suro yang dibuat anak-anak untuk dilombakan. Dari lomba tersebut anak didiknya akan dilatih untuk mengasah kreatifitasnya. Rencana ini sesuai dengan kurikulum merdeka yang membebaskan para siswa untuk membuat project yang berkaitan dengan sosial budaya di masyarakat.

“Bubur suro ini terlihat remeh tapi praktik buatnya itu sulit. Karena dibutuhkan keuletan dan ketelatenan yang tinggi. Karena itu project ini nantinya bisa mendidik siswa agar erat kaitannya dengan local wisdom yang ada di Kabupaten Gresik,”tandasnya.(AP/REN)



BERITA POPULER

To Top