Muktamar NU

Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UKM RI Buka Bazzar, Hiburan, Pameran, dan Kajian Kitab.

pembukaan bazzar

Lampung, Jurnal9.tv- Pameran dan bazar yang dibuka selasa 21 Desember 2021 di Lapangan Saburai Enggal Bandar Lampung merupakan rangkaian kegiatan Muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama dengan tema satu abad NU kemandirian dalam berkhidmat untuk peradaban dunia. Usia NU ini lebih tua dari negara Indonesia.

Kementerian Koperasi dan UMKM mengucapkan selamat atas terselenggaranya Muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama, serta menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Nadhatul Ulama yang telah berkomitmen untuk ikut mengembangkan dan memberdayakan UMKM Indonesia.

Pameran dan bazar bermanfaat untuk mempromosikan dan menjual produk-produk pelaku UMKM. Nahdlatul Ulama adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang keagamaan, pendidikan sosial, dan ekonomi dengan jumlah anggota 108 juta orang berdasarkan survei LSI tahun 2019. Jumlah ini juga merupakan kekuatan ekonomi.

“Nahdlatul Ulama merupakan suatu kebangkitan, kesadaran, bernegara, dan beragama, yang diwujudkan dalam bentuk gerakan organisasi untuk menjawab kepentingan nasional, meneguhkan komitmen kebangsaan, dan memberdayakan ekonomi umat.” Jelas Ir. R.S. Hanung Harimba Rachman, S.E, MS.  Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Kementerian Koperasi dan UKM berharap dapat terus menjalin kolaborasi bersama dengan adat ulama dalam rangka penguatan pemberdayaan UMKM demi kesejahteraan masyarakat, golongan ekonomi lemah, serta menjadi penopang kekuatan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pada kesempatan ini saya juga sampaikan, ada beberapa kegiatan kami yang bersama-sama dengan Nahdlatul Ulama, dengan Kopontren untuk membangun kekuatan ekonomi di pesantren-pesantren. Dan ini kita harapkan akan terus berlanjut dan diperkuat.” Tambah Hanung Harimba.

Pemerintah akan terus berupaya menciptakan ekosistem yang kondusif bagi UMKM melalui beberapa program prioritas.

“Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan beberapa program yang kita lakukan, yang pertama pemberdayaan umat melalui penguatan kapasitas SDM UMKM, pelatihan manajemen dan keuangan pelatihan digital marketing. Jadi pelatihan berbasis kompetensi pelatihan e-commerce dan pelatihan perkoperasian. Sekarang sedang giat-giatnya atau sedang latihan mendorong UMKM kita ini, masuk ke platform digital yang diharapkan nanti ada ekosistem juga yang bisa kita dorong.”

Kementerian Koperasi dan UKM juga mengalokasikan 40% anggaran belanja pemerintah dan pemerintah daerah untuk produk yang disediakan, yang harus disediakan oleh UMKM dan koperasi. Pada saat ini, undang-undang cipta kerja itu mengamanatkan bahwa belanja pemerintah daerah itu 40% harus disediakan oleh UMKM. Ada berapa mekanisme, ada yang melalui e-katalog, lelang elektronik, ada juga Villa pengadaan. Itu platform-platform yang kerjasama dengan LKPP. Kemudian yang ketiga adanya penyediaan 30 persen tempat promosi UMKM dan untuk kegiatan usaha pada infrastruktur publik seperti bandara, stasiun, pelabuhan, terminal, rest area, jalan jalan tol, dengan harga sewa maksimum 30% dari biaya komersial.

Hal ini amanat dari undang-undang. Yang keempat, perluasan pasar UMKM melalui pameran produksi yang dilakukan saat ini digitalisasi produk, sistem informasi katalog digital produk. Kalau ada produk-produk yang ingin masuk ke dalam katalog kami, mohon bisa menghubungi kami atau masuk ke situs kami kita sebut Semesta. Itu sekaligus produk-produk tersebut akan di ekspos ke negara-negara lain khususnya saat ini masih fokus ke Asean.

Pengembangan ekosistem UKM berbasis ekspor. Indonesia sekarang ini mengembangkan kerjasama dengan para diaspora untuk menjual produk-produk dalam negeri. Untuk channel link produk-produk  kementerian mendorong ke Timur Tengah. Kami sekarang sudah melakukan MOU untuk pengadaan barang dan jasa, untuk pengadaan penyediaan kebutuhan haji, akan disediakan oleh UMKM. Kita kemudian pengembangan kemitraan strategis UMKM untuk masuk rantai pasok. Sertifikasi produk dan pengolahan terpadu rumah produksi pertama, kami memberikan layanan juga membantu untuk memperoleh berbagai sertifikat khususnya termasuk yang untuk ekspor. Sertifikasi untuk menjual produknya, maka bisa menghubungi kami, kemudian kami juga membangun rumah produksi bersama aktor rumah produksi bersama.

Skema-skema pembiayaan ekspor.

Kementerian Koperasi dan UKM akan terus bertekad melakukan 4 transformasi UMKM dan koperasi yaitu Transformasi dari sektor informal ke formal. ada program untuk formalisasi usaha mikro, saat ini banyak usaha mikro belum punya status badan hukum, itu nah ini sangat penting status badan hukum karena itu akan memberikan kemudahan akses pembiayaan dan sebagainya kemudian adanya program transformasi digital dan pemanfaatan info inovasi teknologi transformasi ke dalam rantai nilai global serta transformasi menjadi koperasi modern ke depan.

Kementerian Koperasi dan UKM akan memperkuat kolaborasi dengan adat ulama dalam upaya meningkatkan kualitas produk para pelaku UMKM anggota Nahdlatul Ulama melalui kegiatan koperasi produksi dapat kami ikut sertakan dalam pameran skala nasional maupun Global.(uwh/snm)

 

Comments


BERITA POPULER

To Top