Surabaya, jurnal9.tv – Pesantren Digipreneur Al Yasmin membuka ruang kolaborasi dalam pelestarian tradisi kajian kitab kuning melalui penyelenggaraan Pengajian Rutin Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jawa Timur, Minggu (7/6). Kegiatan ini menjadi langkah awal MDS Rijalul Ansor Jawa Timur dalam menghidupkan tradisi pengkajian kitab kuning secara berkala di kalangan generasi muda.

Pengurus MDS Rijalul Ansor dari Pondok Pesantren Lirboyo, Gus Fahdina Ya Rouf, menjelaskan bahwa pengajian rutin tersebut dirancang sebagai agenda bulanan yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Pengajian ini merupakan program kerja MDS Rijalul Ansor yang bertujuan melestarikan tradisi kajian kitab kuning agar terus dipelajari oleh generasi muda. Insyaallah, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan,” ujarnya.

Pada pembukaan pengajian perdana tersebut, peserta mengikuti kajian Kitab Adabul Alim wal Muta’allim yang disampaikan oleh Dr. H. Ahmad Kafabihi, M.Pd., atau yang akrab disapa Gus Ahmad Kafa. Kajian tersebut membahas pentingnya adab dalam menuntut ilmu sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Kegiatan perdana ini diikuti oleh perwakilan pengurus cabang MDS Rijalul Ansor dari berbagai daerah di Jawa Timur, di antaranya Surabaya Raya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Madura.

Menurut Gus Fahdina, Pesantren Digipreneur Al Yasmin dipilih sebagai lokasi pembukaan pengajian karena letaknya yang strategis dan dekat dengan kantor PWNU Jawa Timur. Selain itu, pesantren juga memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Helmy M. Noor, sehingga Al Yasmin dipercaya menjadi lokasi pembukaan pengajian rutin MDS Rijalul Ansor Jawa Timur,” jelasnya.

Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Helmy M. Noor, mengaku bangga karena Al Yasmin dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan pengajian rutin tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan komitmen pesantren dalam mendukung pendidikan keislaman dan pembinaan generasi muda.

“Kami merasa bangga Pesantren Digipreneur Al Yasmin menjadi pilihan tempat terselenggaranya pengajian rutin ini. Pesantren Digipreneur Al Yasmin berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang memperkuat pendidikan keislaman, karakter, dan pengembangan generasi muda,” ungkapnya.

Pemilihan Pesantren Digipreneur Al Yasmin sebagai lokasi pembukaan pengajian tidak hanya menjadi bentuk kolaborasi antara pesantren dan MDS Rijalul Ansor Jawa Timur, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga tradisi keilmuan Islam. Melalui kegiatan ini, Al Yasmin membuka ruang bagi kader muda Nahdlatul Ulama untuk terus mengkaji, menghidupkan, dan mewariskan khazanah kitab kuning, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan akar tradisi keilmuan pesantren.