kesehatan

Worry dengan Bau Badan? Tumpas dengan Langkah Berikut!

E85DC7F8-51E7-42C1-A962-CD70F7845E1E

SURABAYA, JURNAL9.tv- Penampilan menawan tidak hanya soal pakaian modis dan make up yang indah. Aroma bau badan juga masuk dalam daftar persyaratannya.

Nah, akhi dan ukhti termasuk tim yang mana nih? Tim yang sudah merdeka dari bau badan atau masih mencari-cari solusi dari problem bau badan? Hayoo ngaku.

Pada dasarnya keringat manusia tidak berbau. Namun aktivitas bakteri jahat dapat memicu bau badan di tubuh kita. Seorang ahli mikrobiologi dari University of New York bernama Dan Bawdon mengemukan, bau badan disebabkan oleh adanya interaksi antara kandungan di dalam keringat dan bakteri di permukaan kulit. Sehingga melepaskan senyawa thioalchols dan menimbulkan bau-bauan yang terkadang cukup mengganggu indera penciuman. Untuk membantu menumpas problem bau badan, berikut ulasannya untuk akhi ukhti semua:

1. Gunakan Sabun yang Mengandung Anstiseptik
Selain menjaga kebersihan tubuh dengan rutin mandi dua kali sehari. Penting sekali memperhatikan kandungan yang tertera di dalam sabun mandi. Jika akhi wa ukhti memiliki problem bau badan, pilih sabun yang mengandung antiseptik agar selain tubuh terasa lebih segar, pertumbuhan bakteri menjadi lebih terkendali.

2. Rutin Mencuci dan Ganti Pakaian
Keringat yang menempel di pakaian menjadi ladang subur pertumbuhan bakteri. Hal ini karena kondisi pakaian yang lembab menyebabkan bau yang tak sedap. Apalagi jika bercampur keringat kembali. Akhi dan ukhti semua tentu tidak ingin kan hari-harinya jadi worry dan tidak pede karena bau badan tak sedap? Maka rutinlah mencuci dan mengganti pakaian.

3. Gunakan Deodoran yang Tepat
Penggunaan deodoran adalah cara instan untuk membantu problem bau badan yang sedang kamu alami. Deodoran memiliki zat aktif triklosan sehingga menghambat pertumbuhan bakteri yang banyak ditemui di area lipatan kulit seperti ketiak, siku dll.

4. Perhatikan Kondisi Pencernaan
Jika deodoran saja belum cukup menumpas permasalahan bau badan, coba deh perhatikan kondisi pencernaan. Pencernaan yang sehat dengan keseimbangan mikroorganisme atau bakteri baik di usus, mempengaruhi sisa zat-zat yang disekresi lewat kelenjar keringat. Oleh karena itu, mulai jaga kondisi pencernaanmu dengan makan-makanan bergizi. Kurangi konsumsi makanan pedas, lemak dan gula berlebih serta makanan berbau tajam.

5. Cukupi Kebutuhan Airmu
Bau badan juga merupakan pertanda bila metabolisme tubuhmu kurang baik, karena selain sisa metabolisme yang mengandung toxin tidak luruh secara maksimal dalam tubuh. Toxin ini menjadi makanan empuk bagi bakteri jahat lo akhi wa ukhti. Jadi cukupi kebutuhan air putihmu. Caranya, cek saja warna urin saat kamu buang air kecil. Bila warnanya pekat dan berbau tajam artinya kamu kurang terhidrasi dengan baik. Sedangkan bila urinmu berwarna kuning pucat dan tak berbau, kamu sudah terhidrasi dengan baik.

6. Hindari Stres
Kondisi stres membuat tubuh mensekresikan hormon adrenalin dan kortisol ke dalam aliran darah. Kelenjar keringat apokrin menjadi terstimulus untuk mengeluarkan lebih banyak keringat, kandungan protein dan lemak lipit lebih banyak ditemui dalam keringat kelenjar apokrin. Tidak heran jika bau yang dihasilkan lebih menyengat. Untuk itu latih dirimu agar tidak mudah stres dengan rajin melakukan meditasi dan olahraga agar tubuhmu merasa lebih relaks. (eab/shk)

loading...
Comments

BERITA POPULER

To Top