Surabaya, jurnal9.tv – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggagas pengembangan E-Protokol untuk mendorong layanan keprotokolan yang lebih cepat, terintegrasi, dan akuntabel. Sistem digital ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada pengalaman individu sekaligus meningkatkan efisiensi kerja.

Gagasan tersebut dipaparkan Kepala Bagian Protokol KLH, Gatut Panggah Prasetya, dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator di Gedung BPSDM Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Senin (5/10/2026).

E-Protokol dirancang untuk mengintegrasikan seluruh tahapan layanan keprotokolan dalam satu sistem digital. Proses tersebut meliputi pengajuan, verifikasi, persetujuan, penjadwalan, penugasan, pelaksanaan, pemantauan, hingga pengarsipan kegiatan.

Digitalisasi ini diharapkan mampu mengatasi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia (SDM) hingga proses adaptasi personel baru yang selama ini masih banyak bergantung pada pengalaman individu.

Kepala Biro Humas KLH, Yulia Suryanti, menilai pengembangan sistem tersebut penting untuk mendukung pelaksanaan berbagai agenda nasional maupun internasional yang melibatkan kepala negara, menteri, dan pejabat negara lainnya.

Dalam rancangan awal, E-Protokol ditargetkan mampu mempercepat penyelesaian layanan minimal 50 persen, meningkatkan efisiensi proses minimal 40 persen, serta mencapai tingkat kepuasan pengguna minimal 85 persen.

Sistem ini juga diarahkan untuk meminimalkan risiko kesalahan dalam pelaksanaan tugas keprotokolan, seperti jadwal kegiatan yang bertabrakan atau double booking, kesalahan tata tempat pejabat VVIP, hingga kendala teknis di lapangan.

Melalui fitur pengingat dan penjadwalan yang terintegrasi, koordinasi antarpersonel diharapkan menjadi lebih efektif dan setiap tahapan kegiatan dapat dipantau dengan lebih mudah.

Pengembangan E-Protokol menjadi salah satu upaya KLH untuk membangun tata kelola keprotokolan yang lebih modern. Sistem ini diharapkan dapat mendukung layanan KLH dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) agar semakin terintegrasi, transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap kebutuhan organisasi.