Surabaya, jurnal9.tv – Direktur Utama RS Menur Surabaya drg. Vitria Dewi mengungkapkan lonjakan kasus gangguan mental anak akibat kecanduan gadget sepanjang 2026. Judi online dan game bermuatan kekerasan jadi pemicu utama yang ditangani rumah sakit.
“RS Menur memang sekarang rumah sakit umum, tapi unggulan kami tetap kesehatan jiwa. Yang sekarang banyak muncul adalah kasus adiksi, ketergantungan,” kata Vitria, Jumat (8/5/2026).
Vitria menjelaskan, kecanduan bermula dari penggunaan gadget yang tidak terkendali dan tanpa batas. Namun jenis adiksinya berbeda, tergantung konten yang diakses anak.
“Kalau mereka menggunakan gadget untuk mengakses pornografi, maka anak akan kecanduan pornografi. Kalau yang diakses game dengan muatan kekerasan, maka anak akan tumbuh dengan perilaku kekerasan,” terangnya.
Untuk judi online, pemicunya keinginan menang terus. Mengingat judi selalu ingin mendapatkan hadiah.
“Anak ingin dapat skor besar, lebih bagus, lebih bagus. Dari situ muncul kecanduan judi online. Dampaknya ada nilai uang. Orang tua biasanya baru tahu setelah uang habis,” ujar Vitria.
Perubahan Perilaku Ekstrem: Anak Soleh Jadi Melawan, Memukul Orang Tua
Dampak adiksi terlihat dari perubahan perilaku drastis. Awalnya anak yang soleh, manut, hormat, adabnya baik. Namun dalam sekejap bisa melawan ayah atau bundanya.
” Bukan hanya verbal, dengan kata-kata, tapi perlawanan itu bisa dengan kekerasan,” ungkapnya.
Vitria menyebut ada kasus ibu dipukul anaknya hanya karena tidak diberi pulsa atau uang untuk top up game. “Minta pulsa tidak diberikan, lalu muncul kekerasan. Biasanya kasus seperti ini baru membuat orang tua mengantar anaknya ke rumah sakit,” katanya.
Setelah ditelusuri, adiksi itu ternyata sudah berjalan lama. “Orang tua sering terlambat menyadari,” tambah Vitria.
Lonjakan kasus terlihat jelas dari data RS Menur. Menurut data RS Menur pasien gejala gangguan mental naik tiap bulan, dimana Bulan April 2026, kecanduan game online tembus 130 Kasus
“Perkembangan 2024 ke 2025-2026 sangat signifikan. Kami punya data per hari, tiap bulan, tiap tahun,” kata Vitria.
Menurutnya, game online tidak sekadar game. Kalau muatannya kekerasan, anak juga akan muncul dengan perilaku kekerasan. Dampaknya banyak
Terkait kasus kecanduan pornografi juga tercatat besar dan terus meningkat di RS Menur. Vitria mengingatkan, gadget tanpa pengawasan orang tua bisa jadi pintu masuk adiksi yang merusak mental anak. Deteksi dini penting agar penanganan tidak terlambat. Berdasarkan data Statistik RS Menur per 8 Mei 202
1. ADIKSI KESELURUHAN TAHUN 2026
Jumlah kasus per bulan | Jan–8 Mei 2026
A. PORNOGRAFI
– Jan 2026: 35 kasus
– Feb 2026: 55 kasus
– Mar 2026: 49 kasus
– Apr 2026: 56 kasus
– Mei 2026: 20 kasus (per 8 Mei 2026)
-Total Jan–April: 195 kasus
B. JUDI ONLINE*
– Jan 2026: 61 kasus
– Feb 2026: 74 kasus
– Mar 2026: 53 kasus
– Apr 2026: 65 kasus
– Mei 2026: 4 kasus (data per 8 Mei 2026)
– Total Jan–April : 253 kasus
C. GAME ONLINE
– Jan 2026: 45 kasus
– Feb 2026: 71 kasus
– Mar 2026: 80 kasus
– Apr 2026: 130 kasus
– Mei 2026: 19 kasus (data per 8 Mei)
– Total Jan–April : 326 kasus
D. GADGET
– Jan 2026: 28 kasus
– Feb 2026: 51 kasus
– Mar 2026: 56 kasus
– Apr 2026: 73 kasus
– Mei 2026: 28 kasus (data per 8 Mei)
– Total Jan–April : 208 kasus
E. PERUNDUNGAN
– Jan 2026: 2 kasus
– Feb 2026: 1 kasus
– Mar 2026: 5 kasus
– Apr 2026: 4 kasus
– Mei 2026: 0 kasus (data per 8 Mei)
– Total Jan–April: 12 kasus
2. ADIKSI PORNOGRAFI BERDASAR USIA
Jumlah kasus per kelompok usia Janiari–Mei 2026
A. USIA 0–10 TAHUN
– Januari 4 kasus, Februari 5 kasus, Maret 0, April 5 kasus, Mei 5 kasus
B. USIA 11–20 TAHUN
– Januari 25 kasus, Februari 38 kasus Maret 27 kasus April 36 kasus, dan Mei 9 kasus
C. USIA 21–40 TAHUN
– Januari 6 kasus, Februari 12 kasus,Mar: 22 kasus, April 15 kasus Mei 6 kasus
D. USIA 41–60 TAHUN
– Jan–Mei: 0 kasus
E. USIA 60+ TAHUN
– Jan–Mei: 0 kasus
3. ADIKSI JUDI ONLINE BERDASAR USIA
Jumlah kasus per kelompok usia per Jan– 8 Mei 2026
A. USIA 0–10 TAHUN
– Jan–Mei: 0 kasus
B. USIA 11–20 TAHUN
– Januari 10 kasus Februari 16 kasus, Maret 6 kasus, April 1 kasus, sementara Mei: 0
C. USIA 21–40 TAHUN
– Januari 51 kasus, Februari 58 kasus, Maretb. 47 kasus, April 63 kasus Mei 4
D. USIA 41–60 TAHUN
– hanya bulan April 1 kasus
E. USIA 60+ TAHUN
– Jan–Mei: 0 kasus




