Madinah, jurnal9.tv — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nabawi saat ribuan jemaah haji melaksanakan salat Jumat perdana di Tanah Suci, Jumat (24/4/2026). Sejak pagi hari, jemaah telah memadati area masjid untuk mendapatkan tempat terbaik dan meraih keutamaan ibadah di kota suci Madinah.
Salah satu jemaah asal Probolinggo, Ihsan, mengaku telah berada di masjid sejak pukul 10.00 waktu Arab Saudi, atau sekitar dua setengah jam sebelum azan. Meski datang lebih awal, ia mendapati saf-saf utama sudah dipenuhi jemaah lain.
“Ini momen yang sangat saya tunggu. Apalagi bisa menjalankan salat Jumat pertama di Nabawi,” ujarnya.
Sejak tiba di Madinah, ia juga menargetkan dapat menunaikan salat Arbain, yakni 40 waktu salat berjamaah tanpa terputus di Masjid Nabawi.
Semangat ibadah juga ditunjukkan Anton, jemaah asal Sukabumi yang merupakan penyandang disabilitas. Dengan memanfaatkan akses ramah disabilitas, ia tetap dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman.
Ia memiliki rute khusus menuju masjid melalui pintu 17 yang mengarah ke area khusus pengguna kursi roda.
“Kadang saya dibantu jemaah lain. Fasilitas di sini sangat membantu,” katanya.
Selain memperbanyak ibadah, sejumlah jemaah juga memanfaatkan momen ini untuk berbagi. Ansori, jemaah asal Tegal, terlihat membagikan sedekah kepada petugas kebersihan di area masjid sambil menunggu waktu salat.
Di tengah padatnya jemaah, Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, menginstruksikan seluruh petugas haji untuk tetap mengenakan seragam saat bertugas, termasuk saat salat Jumat.
Menurutnya, seragam menjadi identitas penting agar jemaah mudah mengenali dan meminta bantuan kepada petugas di tengah keramaian.
“Dengan tetap mengenakan seragam, jemaah yang membutuhkan bantuan dapat dengan cepat menemukan petugas,” tegasnya.
Pelaksanaan salat Jumat perdana ini berlangsung tertib dan lancar, sekaligus menjadi awal perjalanan spiritual yang mendalam bagi jemaah haji Indonesia di Madinah.




