Lamongan, jurnal9.tv – Universitas Islam Lamongan (Unisla) memperingati Hari Ulang Tahun (Dies Natalis) ke-26. Peringatan momentum perak plus satu tahun ini menjadi pijakan penting bagi kampus untuk memperkuat mutu pendidikan tinggi Islam di Jawa Timur melalui penguatan literasi sains, teknologi, dan nilai moral.
Rektor Unisla Abdul Ghofur menegaskan bahwa di usia ke-26 tahun, Unisla terus bertransformasi menjadi salah satu pilar pendidikan tinggi yang diperhitungkan di Jawa Timur. Mengusung tema “Berilmu, Berakhlak, Berdampak”, pihak rektorat menekankan bahwa poin tersebut bukan sekadar slogan, melainkan kompas moral dan arah strategis lembaga.
”Dunia hari ini berubah sangat cepat dengan adanya digitalisasi, kecerdasan buatan, dan disrupsi global. Unisla berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas riset, memperbarui kurikulum yang adaptif, serta memfasilitasi mahasiswa dengan literasi teknologi dan sains yang kuat,” ujar Ghofur dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Selain keunggulan akademik (center of excellence), Ghofur menegaskan pentingnya fondasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Menurutnya, ilmu pengetahuan tanpa kompas moral hanya akan membawa pada kehancuran. Integritas, kejujuran, kesederhanaan hati, dan empati sosial menjadi pilar karakter yang wajib dimiliki setiap lulusan.
Ia juga menyoroti pentingnya hilirisasi riset dan pengabdian masyarakat agar lulusan perguruan tinggi tidak menjadi “menara gading” yang terasing dari realitas sosial.
”Kampus harus memberikan solusi nyata bagi persoalan di Lamongan, tingkat nasional, hingga global. Mahasiswa dan lulusan kita harus menjadi agen perubahan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ghofur turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika, mulai dari jajaran pembina, pengurus YPPTI Sunan Giri, dosen, hingga tenaga kependidikan. Ia mengajak seluruh elemen kampus melepaskan ego sektoral demi membawa Unisla bersaing di kancah internasional.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Islam (YPPTI) Sunan Giri, Bambang Eko Muljono, membeberkan sejumlah target strategis yang harus segera dicapai kampus ke depan. Salah satu fokus utamanya adalah percepatan lahirnya guru besar (profesor) dari internal kampus serta hilirisasi hasil penelitian.
”Namun dari segi kelembagaan dan institusi, sebagian besar prodi sudah unggul dan berakreditasi sangat baik. Memang tidak mudah karena harus menyiapkan SDM kualifikasi doktor (S3) serta mendorong penelitian dosen,” kata Bambang.
Bambang mengakui masih ada beberapa target yang perlu dikejar di usia ke-26 ini, terutama dalam melahirkan profesor asli Unisla dan memperkuat kemitraan riset.
”Target yang harus segera dicapai adalah menelurkan profesor asli dari Unisla, serta mendorong penelitian dosen menuju hilirisasi produk melalui kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri,” pungkasnya.




