Probolinggo, jurnal9.tv – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang terjadi sejak Senin (3/8/2026) terus meluas. Hingga Rabu (5/8/2026), kobaran api telah merembet ke tiga wilayah, yakni Kabupaten Lumajang, Probolinggo, dan Malang.
Sebanyak 150 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api semakin meluas. Personel tersebut terdiri dari Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, Balai Besar TNBTS, BPBD Provinsi Jawa Timur, Koramil Sekarpuro, serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Petugas melakukan pemadaman secara manual dengan menyisir titik-titik api di kawasan lereng, kaldera, hingga kaki Gunung Bromo. Upaya tersebut dilakukan untuk menghambat laju penyebaran api yang terus membakar vegetasi kering di musim kemarau.
Wakapolres Probolinggo, Kompol Yanuar Rizal, mengatakan kebakaran telah memasuki hari ketiga dan penanganan dilakukan secara terpadu oleh seluruh unsur terkait.
“Kami melaksanakan kegiatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang sudah memasuki hari ketiga di wilayah TNBTS Bromo, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, Balai Besar TNBTS, BPBD Provinsi Jawa Timur, serta relawan Masyarakat Peduli Api,” ujarnya.
Menurutnya, sekitar 150 personel diterjunkan dalam operasi pemadaman. Berkat kerja sama lintas instansi, sejumlah titik api mulai berhasil dipadamkan meski dilakukan secara manual.
Namun demikian, proses pemadaman masih menghadapi kendala berupa angin kencang yang mempercepat penyebaran api. Selain itu, kondisi vegetasi berupa rumput dan semak belukar yang mengering akibat musim kemarau turut memperbesar potensi kebakaran.
“Faktor alam menjadi hambatan utama. Angin yang cukup kencang di kawasan Bromo membuat api cepat merambat sehingga menyulitkan proses pemadaman. Meski begitu, berkat sinergi seluruh pihak, beberapa titik api sudah mulai berhasil dipadamkan,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, luas kawasan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 86 hektare. Luasan tersebut masih berpotensi berubah seiring perkembangan situasi dan proses pendataan di lapangan.
Hingga Rabu siang, petugas gabungan masih bersiaga di kawasan TNBTS untuk melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi meluasnya kebakaran ke wilayah lain di sekitar Gunung Bromo.




