Surabaya, jurnal9.tv – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli, para orang tua yang memiliki anak autis atau berkebutuhan khusus bertemu untuk berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Dalam pertemuan tersebut, mereka diminta berbesar hati dan justru berbahagia karena mempunyai anak istimewa. Salah satunya Vincent, anak autis yang kini menjadi pelukis nasional.
Pertemuan yang dihadiri para orang tua yang memiki anak autis atau berkebutuhan khusus ini, bertajuk Special Needs Blessed Fetures yang digelar di sebuah gallery lukisan di Surabaya, kamis siang. Pertemuan ini agar mereka mampu mendidik dan membimbing potensi yang dimiliki oleh anak-anak autis, yang cenderung memiliki kemampuan atau potensi luar biasa, dibandingkan anak anak pada umumnya.
Salah satu yang hadir dalam kegiatan ini adalah
Rudy Purwanto, seorang ayah yang dinilai sukses mendidik dan membina anaknya yang berkebutuhan khusus. Anaknya bernama Vincent Pribadi Purwono, seorang pemuda berkebutuhan khusus, yang kini sukses menjadi pelukis nasional, dan telah beberapa kali menggelar pameran lukisan di sejumlah daerah di tanah air dan di luar negeri.
Rudy Purwono menyebutkan, tentang tahapan strategi dalam mengembangkan potensi anak autis, seperti mencari minat bakat, mengembangkan bakat anak autis, lalu ikut berpartisipasi dalam perlombaan, membangun komunikasi dan interaksi sosial, serta kesiapan kerja dan living skill.
“Setelah mencari minat dan bakat, kita mendalami minat dan bakat ini dengan pelatihan-pelatihan yang terstruktur dan terorganisasi. Jadi, supaya anak itu dapat latihan yang lebih baik dan terstruktur, ya supaya menjadi profesional,” ungkap Rudy Purwono
Setelah itu, orang tua mencarikan ajang-ajang lomba yang di mana bisa mengakui bakat dan minat anak. Dengan pencapaian itu diharapkan anak-anak ini menjadi percaya diri bahwa mereka itu bisa jadi lebih baik.
“seiring dengan perkembangannya itu, apa pengakuannya itu, maka kita akan bisa lihat perubahan perilaku dari si anak. Dia itu bisa dan merasa hubungan dengan orang tua itu lebih baik, karena orang tua bisa mengerti apa yang menjadi kibat dan bakat, ” imbuh Rudy.
Menurut Rudy, kesulitan dan tantangan mendapat anak istimewa itu karena (anak autis) berbeda dengan yang lain Jadi kita dalam mencari suatu solusi itu tidak bisa mengoperasi dengan yang lain. Sehingga dirinysnberjuang terus, dia bisa berjuang sendiri karena enggak apa, anaknya spesial .
“Jadi enggak bisa disamakan dengan lainnya. jadi kita melihat sesuatu yang sangat baru Nah, di sini dibutuhkan mentalitas kita untuk menerima si anak dan Ee Kita berpikiran bahwa kita mau terus menjadi orang tua yang baik, ” ujarnya.
Rudy menambahkan, pertemuan ini, bertujuan guna memberikan bekal dan dukungan kepada orang tua, agar lebih memahami karakteristik anak autis dan cara mendampingi mereka.
‘Acara ini juga sejalan dengan tema Hari Anak Nasional tahun 2026, Anak Terlindungi Indonesia Maju. Mereka berkomitmen untuk terus menjadi wadah edukasi dan penguatan bagi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus, ” pungkasnya.




