Lamongan, jurnal9.tv – Tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Tahun Akademik 2025/2026 melakukan kunjungan strategis ke kantor Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Ma’arif NU (BP3MNU) Dadapan.
Kunjungan ini bertujuan memaparkan rencana program kerja sekaligus menjajaki kolaborasi dengan jajaran pimpinan lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama tersebut.
Koordinator Tim Mahasiswa UM BBM, Ahmad Rizqi Hidayat Nurwachid, menjelaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk nyata dari implementasi tri dharma perguruan tinggi melalui pengabdian masyarakat.
“Sasaran kegiatan kami adalah unit-unit pendidikan di bawah naungan Ma’arif NU, dengan fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran lingkungan hidup dan penguatan literasi digital siswa,” ujar Ahmad Rizqi dalam forum diskusi bersama jajaran pengurus.
Sebagai langkah awal, tim UM BBM akan menerjunkan programnya di dua unit pendidikan di Dadapan dengan pendekatan yang berbeda seperti. MI Nidhomut Tholibin, Murid-murid madrasah ibtidaiyah ini akan diajak belajar di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke taman TOGA atau Tanaman Obat Keluarga. Mereka akan dibekali pengenalan jenis tanaman, praktik menanam langsung, hingga pemanfaatan tanaman obat untuk kesehatan sehari-hari.
Sementara di MA Ma’arif 04 berfokus pada. iterasi Digital, untuk jenjang madrasah aliyah, tim mahasiswa menyuguhkan pelatihan teknologi praktis yang meliputi optimalisasi Microsoft Word, Microsoft Excel, dan platform desain Canva. Program ini dirancang guna mendongkrak kecakapan administrasi, olah data, dan kreativitas visual siswa untuk bekal di dunia kerja maupun perguruan tinggi.
Inisiatif segar dari para mahasiswa ini mendapat sambutan hangat dari Ketua BP3MNU Dadapan, Drs. H. Moh. Sutikno. Pihaknya menilai kehadiran akademisi muda ini mampu membawa angin segar bagi perkembangan madrasah.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Universitas Negeri Malang yang ingin berkontribusi langsung di lembaga Ma’arif. Kehadiran tim ini tidak hanya memberi manfaat bagi murid dan guru, tetapi juga membuka ruang koordinasi yang dapat meningkatkan eksistensi dan kiprah lembaga kami secara kelembagaan,” tegas H. Moh. Sutikno.
Pertemuan yang turut dihadiri oleh jajaran pengurus BP3MNU serta para kepala madrasah ini menghasilkan kesepakatan untuk segera menyusun modul teknis, jadwal pelaksanaan, hingga indikator evaluasi program.
Kemitraan antara UM dan BP3MNU Dadapan ini diharapkan mampu menjadi pemantik dan model kolaborasi yang solid antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan berbasis keagamaan di daerah.




