Lamongan, jurnal9.tv – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan mengambil langkah taktis dalam merespons maraknya isu perundungan dan kekerasan pada anak. Komitmen ini diwujudkan melalui pengukuhan Satuan Tugas (Satgas) Jaga Anak dalam agenda Rapat Pleno PCNU Lamongan di Lantai 3 Kantor PCNU, Jalan Kiai Amin Nomor 9, Lamongan, Minggu (05/07/2026).
Prosesi pengukuhan sakral ini dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Lamongan, KH. Salim Ashar. Kehadiran Satgas ini diproyeksikan menjadi benteng pertahanan anak di lingkungan keluarga, sekolah, pesantren, hingga masyarakat luas.
Ketua PCNU Lamongan, H. Syahrul Munir menegaskan bahwa pembentukan Satgas Jaga Anak bukan sekadar formalitas. Satgas ini dibentuk untuk memberikan pendampingan sekaligus meminimalisasi terjadinya perundungan (bullying), eksploitasi, dan pelanggaran hak anak lainnya.
”Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang wajib dilindungi.
Satgas ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam melakukan edukasi, pencegahan, serta pendampingan langsung jika terjadi persoalan pada anak,” ujar Syahrul Munir.
Langkah progresif PCNU Lamongan ini ternyata telah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat. Syahrul membeberkan bahwa inisiasi ini sempat ia sampaikan langsung kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI di sela-sela penutupan Munas dan Konbes NU di Bangkalan, Madura, beberapa waktu lalu.
”Beliau menyambut sangat positif. Semoga ke depan, Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan bisa bersinergi dan berkolaborasi erat dengan KemenPPPA RI serta stakeholder lokal seperti Pemkab dan aparat penegak hukum,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan, Umaiyah, mengaku siap mengemban amanah berat ini, terutama di tengah gempuran arus digital yang sulit dibendung.
Menurutnya, ancaman terhadap anak zaman sekarang tidak hanya berbentuk fisik, namun sudah merambah ke dunia siber.
”Anak-anak kita adalah pemimpin masa depan. Kita harus mempersiapkan tumbuh kembang mereka sebaik mungkin dalam suasana yang aman dan nyaman. Mereka harus terlindungi dari kekerasan verbal, fisik, sosial, hingga cyber,” tegas Umaiyah.
Sementara itu, Ketua Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan, Umaiyah, mengaku siap mengemban amanah berat ini, terutama di tengah gempuran arus digital yang sulit dibendung.
Pasca-dikukuhkan, Satgas Jaga Anak tidak mau mengulur waktu. Umaiyah menyatakan pihaknya akan langsung action turun ke akar rumput. Rencana aksi terdekat Satgas Jaga Anak meliputi Sosialisasi masif kepada para pendidik, ustaz, dan ustazah.
Edukasi kepada para pemangku Pondok Pesantren di bawah naungan PC Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU serta sinergi program melalui jaringan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Lamongan.
Melalui gerakan terintegrasi ini, PCNU Lamongan berharap angka kekerasan dan bullying pada anak di Kabupaten Lamongan dapat ditekan secara signifikan, demi mewujudkan lingkungan ramah anak yang berbasis nilai-nilai pesantren.
Menurutnya, ancaman terhadap anak zaman sekarang tidak hanya berbentuk fisik, namun sudah merambah ke dunia siber.
”Anak-anak kita adalah pemimpin masa depan. Kita harus mempersiapkan tumbuh kembang mereka sebaik mungkin dalam suasana yang aman dan nyaman. Mereka harus terlindungi dari kekerasan verbal, fisik, sosial, hingga cyber,” tegas Umaiyah.




