Sleman, jurnal9.tv – Ratusan siswa kelas akhir MI Nidhomut Tholibin dan MTs Tanwirut Tholibin yang berada di bawah naungan BP3MNU Dadapan menggelar aksi tak biasa untuk mengakhiri masa sekolah mereka. Bukan konvoi atau corat-coret baju, mereka justru memilih sowan dan mencari berkah spiritual ke Pondok Pesantren Minggir, Sleman, Yogyakarta, yang diasuh oleh ulama kondang KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq.
Momentum ini menjadi sangat emosional. Pasalnya, Gus Muwafiq ternyata merupakan alumni dari LP Ma’arif NU Dadapan. Di hadapan para juniornya, sang ulama memberikan wejangan khusus sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Gus Muwafiq meminta para siswa untuk tidak pernah lelah dalam menuntut ilmu. Namun di atas itu semua, ada satu hal yang paling ditekankan olehnya: Adab.
”Jaga adab, hormati guru-guru yang selama ini telah mendidik dan membimbing. Jangan pernah melupakan jasa para pendidik yang telah menjadi perantara ilmu dan keberhasilan,” ujar Gus Muwafiq di hadapan para siswa, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).
Suasana juga sempat mencair penuh kehangatan saat Gus Muwafiq mengajak para siswa bernostalgia mengenang masa-masa sekolah di Dadapan.
Tak hanya diikuti oleh para siswa dan guru, rombongan ini juga dipadati oleh para wali murid. Kehadiran orang tua ini sengaja dilakukan untuk mendampingi anak-anak mereka sekaligus tabarrukan (mencari berkah) dari doa dan ilmu yang dialirkan oleh Gus Muwafiq.
Sejumlah tokoh penting BP3MNU Dadapan tampak hadir langsung dalam rombongan. Di antaranya Ketua BP3MNU Dadapan Drs. H. Moh. Sutikno, Drs. Muhammad Surham, Kepala MI Nidhomut Tholibin Suroto, S.Ag, hingga Kepala MTs Tanwirut Tholibin Askholil, S.Pd.I.
Di penghujung acara, Kepala MI Nidhomut Tholibin, Suroto, menyerahkan cinderamata khusus kepada Gus Muwafiq. Suroto menegaskan bahwa hubungan antara lembaga pendidikan yang dipimpinnya dengan Pondok Pesantren Minggir sudah layaknya keluarga kandung.
”Kami merasa bahwa keluarga besar LP Ma’arif NU Dadapan dengan Pondok Pesantren Minggir adalah satu keluarga. Semoga silaturahim dan ikatan keilmuan ini terus terjaga,” tegas Suroto.
Di sisi lain, Ketua BP3MNU Dadapan, Drs. H. Moh. Sutikno, mengaku sangat terharu dengan sambutan luar biasa yang diberikan oleh pihak pesantren. Rombongan dari Dadapan dijamu dengan sangat baik.
”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gus Muwafiq atas segala perhatian dan fasilitas yang diberikan kepada rombongan kami. Mulai dari penyambutan, konsumsi, tempat kegiatan, hingga kemudahan akomodasi. Semoga dibalas kebaikan oleh Allah SWT,” ungkap Sutikno.
Lewat pembekalan spiritual ini, para lulusan diharapkan tidak hanya keluar membawa ijazah formal, tetapi juga memiliki fondasi akhlak yang kuat serta mental petarung untuk menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.




