Pasuruan, Jurnal9.tv – Dalam rangka Roadshow Perdana Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak Satuan Anti Kekerasan (SAKA) bersama RMI PBNU menyelenggarakan pelatihan-pelatihan di Ponpes Terpadu Al-Yasini, Desa Ngabar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Salah satu pelatihan yakni Pelatihan Media Santri Cakap Digital diikuti 30 peserta dari tim media pesantren baik ditingkat MTS dan MA, Senin malam (01-06-2026).

Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan metode untuk mengetahui kebenaran sebuah informasi. Melihat banyaknya fenomena kurang baik yang menyudutkan pesantren.

Para peserta yang merupakan gen alfa dan gen z tersebut, memiliki karakter yang berbeda dengan generasi sebelumnya, sehingga pendekatan pesantren juga harus berbeda.

Dalam menghadapi krisis kepercayaan dan dampak institusional nyata terhadap pesantren, maka para santri harus dibekali digitalisasi.

Abdulloh Hamid, Tim Media RMI PBNU, memimpin pelatihan tersebut menjelaskan bahwa banyak isu negatif terutama menjelang penerimaan santri baru.

Dalam pelatihan tersebut dijelaskan langkah yang harus dilakukan menghadapi isu-isu negatif yakni dengan memulihkan kepercayaan umat terhadap pesantren.

Salah satunya dengan cara membentuk tim pesantren ramah anak yang melibatkan pimpinan pesantren, tenaga pendidik, dan pendamping santri dalam sistem evaluasi terpadu.

Selain itu, bagaimana tim media pesantren bisa menampilkan lebih banyak kegiatan-kegiatan positif di pesantren melalui sosial media pesantren.

“Jadi di pesantren ada metodologi untuk mentakhrij hadits. Hadits adalah segala sesuatu perkataan, perbuatan, dan ketetapan oleh Nabi. Dari sanalah berita juga bisa kita analisa. Berita yang sekarang bisa kita identifikasi dan analisa dengan metode takhrij hadits,” ujar Abdulloh Hamid.